Sembilan Kursi Kepala Dinas Masih Kosong, Bupati Kendal Minta Pejabat Baru Tancap Gas
KENDAL,iNewsPantura.id – Penataan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal belum sepenuhnya tuntas. Setelah Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari melantik 17 pejabat pimpinan tinggi pratama, masih terdapat sembilan jabatan kepala dinas dan badan yang belum terisi.
Pelantikan digelar Kamis (3/9/2026) dan menjadi bagian dari upaya Pemkab Kendal memperkuat organisasi pemerintahan. Namun, kekosongan sejumlah jabatan strategis membuat proses penataan birokrasi masih harus berlanjut.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta pejabat yang baru dilantik tidak menjadikan pergantian jabatan sebagai alasan untuk menunda pekerjaan.
Menurut Dyah, pejabat yang mendapatkan kepercayaan harus segera bergerak menjalankan tugas dan memastikan program pemerintahan tetap berjalan.
“Kepercayaan yang diberikan harus dijawab dengan kinerja yang maksimal, integritas, disiplin dan profesionalitas serta dedikasi yang tinggi,” tegas Dyah.
Ia menekankan, jabatan bukan sekadar posisi struktural, tetapi merupakan amanah dari pemerintah sekaligus masyarakat. Karena itu, pejabat dituntut mampu menunjukkan hasil kerja yang dapat dirasakan secara langsung.
Dyah menjelaskan, proses pengisian jabatan tidak semata-mata dilakukan untuk menutup kekosongan dalam struktur pemerintahan.
Penataan pejabat, kata dia, merupakan bagian dari strategi memperkuat organisasi agar pelaksanaan tugas pemerintahan lebih efektif dan pelayanan kepada masyarakat semakin baik.
Dalam proses tersebut, pemerintah mempertimbangkan sejumlah aspek, mulai dari potensi, kinerja, pengabdian hingga komitmen ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kepada negara.
“Jabatan adalah kepercayaan dan amanah, baik dari pemerintah maupun masyarakat,” ujarnya.
Kepada 17 pejabat yang baru dilantik, Dyah memberikan tiga arahan utama.
Pertama, pejabat diminta segera melakukan konsolidasi terhadap tugas dan pekerjaan di masing-masing OPD. Langkah tersebut dinilai penting agar tidak terjadi jeda dalam pelaksanaan program pemerintahan akibat pergantian pejabat.
Kedua, membangun soliditas internal dan memperkuat kerja sama tim. Pejabat juga diminta mampu membangun koordinasi dengan OPD lain maupun instansi terkait.
Ketiga, pejabat pimpinan tinggi pratama harus menjadi motor penggerak peningkatan kualitas pelayanan publik.
Dyah juga mengingatkan agar seluruh program Pemkab Kendal dilaksanakan tepat sasaran dan didukung administrasi yang tertib.
“Jabatan ini harus menjadi sarana pengabdian dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan masih adanya sembilan jabatan kepala dinas dan badan yang kosong, pemerintah daerah masih memiliki pekerjaan rumah dalam menyelesaikan penataan birokrasi. Pengisian jabatan-jabatan tersebut nantinya diharapkan dapat semakin memperkuat koordinasi dan efektivitas pemerintahan Kabupaten Kendal.
Editor : Eddie Prayitno