get app
inews
Aa Text
Read Next : Sudirman Said: Zahra dan Khaidar Bukti Mutiara Bangsa Bisa Lahir dari Desa

Purwokerto dan Cilacap Deflasi Usai Lebaran, Harga Ayam hingga Cabai Turun

Kamis, 07 Mei 2026 | 11:45 WIB
header img
Suasana Pasar Sokaraja sebagai salah satu pasar stok bahan sembako di Kabupaten Banyumas. Foto : iNewsPantura.id/ Mas Sal

PURWOKERTO, iNewsPantura.id – Setelah sempat mengalami kenaikan harga selama Ramadan dan Idulfitri, Purwokerto dan Cilacap kini justru mencatatkan deflasi pada April 2026. Turunnya harga sejumlah bahan pangan hingga normalisasi tarif transportasi menjadi pemicu utama melandainya inflasi di wilayah Banyumas Raya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Purwokerto mengalami deflasi sebesar -0,07 persen secara bulanan (mtm) pada April 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Maret 2026 yang masih mencatat inflasi 0,68 persen.

Sementara itu, Cilacap mengalami deflasi lebih dalam yakni sebesar -0,21 persen (mtm), turun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya yang mencapai 0,70 persen.

Secara tahunan, inflasi Purwokerto tercatat 2,12 persen (yoy), sedangkan Cilacap sebesar 2,23 persen (yoy). Angka tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional sebesar 2,5±1 persen.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Purwokerto, Cristoveny, mengatakan deflasi terjadi seiring normalisasi aktivitas masyarakat setelah periode Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri berakhir.

“Berakhirnya periode mudik dan arus balik Lebaran menyebabkan permintaan masyarakat kembali normal sehingga harga sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan,” ujarnya.

Menurutnya, penurunan harga paling terasa terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Di Purwokerto, kelompok tersebut mengalami deflasi sebesar -0,62 persen dengan andil -0,19 persen. Sedangkan di Cilacap mencapai -0,67 persen dengan andil -0,22 persen.

Komoditas yang paling banyak menyumbang deflasi di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, dan cabai rawit.

Selain harga pangan, normalisasi tarif angkutan antarkota usai musim mudik juga turut menahan laju inflasi. Koreksi harga emas dunia akibat meredanya tensi geopolitik global ikut memengaruhi turunnya harga emas perhiasan di pasar domestik.

Meski demikian, Bank Indonesia memastikan kondisi inflasi di Banyumas Raya masih tetap terkendali dan stabil.

Cristoveny menegaskan capaian tersebut tidak lepas dari sinergi pengendalian inflasi antara Bank Indonesia dan pemerintah daerah melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Berbagai program pengendalian inflasi terus digencarkan melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), mulai dari Gerakan Pangan Murah, pengembangan sentra pangan, pemberdayaan petani milenial dan pesantren, hingga kerja sama distribusi pangan antar daerah.

“Ke depan, TPID Banyumas Raya akan terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif agar stabilitas harga tetap terjaga,” pungkasnya.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut