get app
inews
Aa Text
Read Next : Harga Gabah Ketan Turun Drastis, Petani Undaan Berencana Kembali  Tanam Padi

Petani dan Polisi di Kudus Siaga Hadapi Kemarau, Produksi Jagung Jadi Sorotan

Minggu, 10 Mei 2026 | 13:02 WIB
header img
Petani jagung bersama kepolisian dan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus berdiskusi mencari solusi menghadapi ancaman musim kemarau demi menjaga produksi pangan tetap stabil. Foto : iNewsPantura.id/ Nur Ch

KUDUS, iNewsPantura.id  – Petani jagung bersama unsur kepolisian, penyuluh pertanian, dan Dinas Pertanian Kabupaten Kudus membahas upaya menjaga produksi pangan di tengah potensi musim kemarau panjang. Pembahasan tersebut berlangsung dalam rapat koordinasi di Aula Wira Kresna Pratama, Polsek Kudus. 

Pertemuan diikuti perwakilan gabungan kelompok tani (gapoktan) dari enam desa dan kelurahan di wilayah Kota Kudus, yakni Mlati Kidul, Singocandi, Kaliputu, Burikan, Wergu Kulon, dan Rendeng. Fokus utama pembahasan adalah kendala budidaya jagung yang diperkirakan muncul selama musim kemarau, terutama terkait ketersediaan air, sarana produksi, dan pemanfaatan lahan.

Kapolsek Kudus AKP Subkhan mengatakan koordinasi lintas pihak diperlukan agar persoalan yang dihadapi petani dapat segera ditindaklanjuti. Menurutnya, forum serupa direncanakan berlangsung secara berkala sebagai sarana evaluasi kondisi pertanian di lapangan.

“Kami ingin mendengar langsung kendala yang dihadapi petani. Harapannya, koordinasi antara petani, penyuluh, dan instansi terkait bisa membantu menjaga produktivitas pertanian,” ujarnya.

Koordinator BPP Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Dwi Listiani, menyebut wilayah perkotaan memiliki keterbatasan lahan pertanian, namun sejumlah lokasi masih dinilai berpotensi untuk ditanami jagung. Salah satu upaya yang dibahas adalah pemanfaatan lahan kosong yang belum produktif.

Dalam dialog bersama peserta, sejumlah petani menyampaikan persoalan yang dihadapi di lapangan. Petani dari Wergu Kulon dan Mlati Kidul mengeluhkan keterbatasan akses irigasi saat musim kemarau. Sementara perwakilan petani dari Singocandi mengusulkan bantuan sumur sibel untuk mendukung kebutuhan air pertanian.

Selain itu, petani juga mengharapkan bantuan alat pertanian seperti kultivator dan traktor, serta dukungan benih jagung unggul agar hasil panen lebih optimal.

Pada kesempatan tersebut, perwakilan kelompok tani menerima bantuan pupuk NPK Phonska untuk mendukung masa tanam Mei 2026. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kebutuhan pupuk petani di tengah persiapan musim tanam.

Sebagai tindak lanjut komunikasi antarpetani dan instansi terkait, forum juga menyepakati optimalisasi grup WhatsApp yang selama ini digunakan petani, penyuluh pertanian lapangan (PPL), dan pihak kepolisian. Grup tersebut diharapkan mempermudah penyampaian informasi maupun laporan kendala pertanian secara lebih cepat.

Melalui koordinasi tersebut, para peserta berharap produksi jagung di wilayah Kota Kudus tetap terjaga meski menghadapi tantangan cuaca dan keterbatasan lahan pertanian.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut