get app
inews
Aa Text
Read Next : Ground Breaking Gedung Kudus Sehat Dimulai, RSUD Loekmono Hadi Kembangkan Layanan Modern Rp91 Miliar

Bertahan di Era Digital, UMKM Konveksi Pekalongan Tembus Pasar Asia

Selasa, 19 Mei 2026 | 20:54 WIB
header img
Hanafi Ahmad menunjukkan produk celana hasil usaha konveksi miliknya di Desa Paesan Utara, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Berkat pemanfaatan digital marketing, usahanya kini mampu menjangkau pasar internasional. (Foto : iNewsPantura.id/ Suryo S).

PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Pasang surut hingga sempat vakum pernah dirasakan Hanafi Ahmad, pelaku UMKM Konveksi asal Desa Paesan Utara, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Namun berkat pemanfaatan teknologi digital dan pemasaran online, usahanya kini mampu bertahan bahkan menembus pasar luar negeri.

Hanafi menekuni usaha produk celana berbahan kanvas sejak tahun 2022. Sebelum fokus mengembangkan produk konveksi celana, ia lebih dahulu berjualan produk pakaian batik ke sejumlah pasar lokal, termasuk wilayah Semarang.

Seiring perkembangan teknologi, Hanafi mulai memanfaatkan penjualan secara online sejak tahun 2015. Menurutnya, pemasaran digital memberikan peluang pasar yang lebih luas dibandingkan cara penjualan konvensional.

“Kalau melalui online lebih enak karena pasarnya lebih luas dan jangkauannya lebih banyak,” ujarnya.

Dalam menjalankan usahanya, Hanafi menggandeng sejumlah mitra atau partner untuk mendukung proses produksi dan pemasaran produk. Berbagai platform digital marketing dimanfaatkan untuk memasarkan produknya, mulai dari promosi melalui media digital hingga mengunggah foto produk ke marketplace.

Pada tahun 2024, Hanafi mulai memanfaatkan platform Shopee sebagai salah satu sarana penjualan. Menurutnya, kehadiran marketplace sangat membantu meningkatkan jangkauan pasar dan mendongkrak penjualan.

Bahkan saat pandemi Covid-19 melanda, usahanya justru mengalami peningkatan permintaan. Di saat banyak masyarakat beralih ke belanja online, penjualan produk miliknya ikut terdongkrak.

“Saat pandemi justru penjualan lebih bagus karena masyarakat banyak yang berbelanja secara online,” katanya.

Saat ini, usaha yang dijalankannya memproduksi puluhan bahkan ratusan celana per hari dengan didukung enam orang karyawan. Namun ketika permintaan meningkat, kapasitas produksi dapat meningkatkan juga 50 persen hingga 70 persen. 

Produk celana yang dipasarkan Hanafi tidak hanya menyasar pasar dalam negeri, tetapi juga telah menjangkau pasar luar negeri seperti Malaysia, Hong Kong, dan beberapa negara lainnya.

Meski pernah mengalami pasang surut usaha dan bahkan sempat vakum selama satu tahun, Hanafi memilih untuk bangkit dan kembali mengembangkan bisnisnya. Baginya, keberhasilan usaha tidak hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang manfaat yang bisa dirasakan orang lain.

“Salah satu kepuasan bagi saya adalah bisa membantu orang lain, membuka lapangan pekerjaan, dan memberikan manfaat bagi sekitar,” ungkapnya.

Hanafi berharap pemanfaatan teknologi digital dapat terus membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM agar mampu berkembang dan bersaing di tengah pesatnya perkembangan pasar digital.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut