Dua Kebakaran Rumah Terjadi di Kudus Sabtu Pagi Kerugian Capai Rp230 Juta
KUDUS, iNewsPantura.id- Dua peristiwa kebakaran rumah terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, pada Sabtu pagi. Tidak ada korban jiwa dalam kedua kejadian tersebut, namun total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp230 juta.
Kebakaran pertama terjadi di Dukuh Kalilopo, Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, sekitar pukul 04.30 WIB. Rumah milik Solman mengalami kerusakan berat pada bagian dapur berukuran sekitar 3X5 meter.
Komandan Regu Damkar Satpol PP Kudus Sutrimo mengatakan api pertama kali diketahui oleh seorang tetangga yang hendak menunaikan salat Subuh. Saksi kemudian membangunkan penghuni rumah dan mengevakuasi istri serta dua anak pemilik rumah sebelum kobaran api membesar.
"Tetangga bersama pemilik rumah sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi api terus membesar sehingga dilaporkan ke petugas pemadam kebakaran," katanya.
Sebanyak tiga unit mobil pemadam dari Damkar Satpol PP Kudus, BPBD Kudus, dan PT Djarum diterjunkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 05.10 WIB dan proses pendinginan selesai pada pukul 05.20 WIB.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik di bagian dapur. Kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta.
Beberapa jam kemudian, kebakaran kembali terjadi di Dukuh Bogol, Desa Megawon, Kecamatan Jati, sekitar pukul 06.30 WIB. Rumah permanen yang juga difungsikan sebagai bengkel mobil milik Hery dan Noviri Ardila Vitriani terbakar saat dalam keadaan kosong karena pemilik sedang berada di RSUD Kudus mendampingi anggota keluarga yang mengalami kecelakaan.
Menurut Sutrimo, kebakaran diketahui oleh tetangga yang melihat kepulan asap dari dalam rumah. Warga kemudian mendobrak pintu rumah dan berusaha memadamkan api, namun kobaran api telanjur membesar.
"Tiga unit mobil pemadam dari Damkar Satpol PP Kudus, BPBD Kudus, dan PT Noyorono dikerahkan ke lokasi. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 07.30 WIB dan pendinginan selesai pukul 07.40 WIB," ujarnya.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik saat rumah dalam keadaan tidak berpenghuni. Kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp200 juta karena bangunan rumah beserta isinya mengalami kerusakan.
Sutrimo mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang disebabkan oleh instalasi listrik.
"Kami mengimbau masyarakat agar memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta mencabut steker atau colokan peralatan listrik yang tidak digunakan, terutama saat rumah ditinggalkan dalam waktu lama. Langkah sederhana ini dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran akibat korsleting listrik," kata Sutrimo.
Editor : Eddie Prayitno