Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemkot Semarang Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Tegaskan Direksi PDAM Tirta Moedal Masih Sah
Advertisement . Scroll to see content

Reservoir Siranda Beroperasi Kembali, PDAM Tirta Moedal Perkuat Pasokan Air untuk 30 Ribu Pelanggan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 12:38 WIB
  • author Dimas Yuli
Reservoir Siranda Beroperasi Kembali, PDAM Tirta Moedal Perkuat Pasokan Air untuk 30 Ribu Pelanggan
Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, melakukan pemotongan rangkaian bunga saat peluncuran program Reflowing Reservoir Siranda di Kota Semarang. dokumen

SEMARANG, iNewsPantura.id – Setelah menjalani proses pembenahan menyeluruh dan uji kualitas air minum, Reservoir Siranda kembali dioperasikan oleh Perumda Air Minum Tirta Moedal Kota Semarang. Reaktivasi reservoir bersejarah tersebut diharapkan mampu memperkuat layanan pasokan air bersih bagi puluhan ribu pelanggan di wilayah pusat Kota Semarang.

Pengoperasian kembali reservoir yang telah berusia hampir satu abad itu ditandai dengan peluncuran program Reflowing Reservoir Siranda yang digelar pada Jumat (12/6/2026). Acara tersebut dihadiri jajaran direksi PDAM Tirta Moedal, perwakilan RSUP Dr. Kariadi, serta sejumlah tamu undangan.

Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, Ady Setiawan, mengatakan bahwa reaktivasi Reservoir Siranda bukan hanya bertujuan mengoptimalkan fungsi penampungan air sementara, tetapi juga sebagai upaya menjaga warisan sejarah Kota Semarang.

Menurutnya, Reservoir Siranda memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan dengan perjuangan dr. Kariadi saat Pertempuran Lima Hari di Semarang. Kala itu, dr. Kariadi berupaya menggagalkan rencana penjajah yang hendak meracuni sumber air bagi masyarakat.

“Reflowing ini memiliki makna penting sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu. Reservoir Siranda menjadi bagian dari sejarah perjuangan Kota Semarang yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan air minum bagi masyarakat,” ujar Ady.

Pria yang akrab disapa Mas Wawan itu mengakui, usia bangunan yang telah mencapai satu abad membuat reservoir sempat identik dengan kesan angker dan kurang terawat. Bahkan beberapa waktu lalu sempat ditemukan jasad di dalam area reservoir.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Saat ini reservoir telah melalui proses pembersihan menyeluruh dan pengujian kualitas air. Kami memastikan kondisinya aman dan siap digunakan kembali untuk melayani pelanggan dengan semangat baru yang lebih baik,” katanya.

Ady menjelaskan, Reservoir Siranda memiliki kapasitas cadangan air sebesar 130 liter per detik. Keberadaannya akan membantu meningkatkan kuantitas maupun kualitas distribusi air bersih, khususnya bagi pelanggan rumah tangga dan sektor niaga di kawasan pusat kota.

“Reservoir ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan pelayanan, terlebih setelah diterapkannya harmonisasi tarif air minum untuk pelanggan golongan niaga dan industri,” jelasnya.

Wilayah yang mendapatkan suplai dari Reservoir Siranda antara lain kawasan Simpang Lima, Tegalwareng, Seroja, Sekayu, serta sejumlah kawasan strategis lainnya di pusat Kota Semarang.

“Total ada sekitar 23 ribu hingga 30 ribu pelanggan yang akan terlayani dari pasokan air Reservoir Siranda ini,” pungkasnya.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut