Monumen Knalpot Brong Jadi Sarana Edukasi Pelajar di Salatiga
SALATIGA,iNewsPantura.id – Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi meluncurkan pembuatan Monumen Peringatan Pelarangan Penggunaan Knalpot Brong di SMKN 3 Salatiga. Monumen tersebut dibuat dari puluhan knalpot brong hasil penindakan kepolisian dan akan difungsikan sebagai media edukasi bagi pelajar.
Peluncuran monumen dilakukan dalam Apel Akbar Apresiasi yang diikuti 576 siswa kelas X dan XI SMKN 3 Salatiga.
Kegiatan juga dihadiri Kepala SMKN 3 Salatiga Sriyanto, jajaran pejabat utama Polres Salatiga, serta guru dan karyawan sekolah.
Dalam kesempatan itu, seluruh peserta apel membacakan Ikrar Penolakan Penggunaan Knalpot Brong sebagai bentuk komitmen mendukung keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
Kapolres Salatiga AKBP Ade Papa Rihi menegaskan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis merupakan pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain menimbulkan kebisingan, knalpot brong juga dinilai berpotensi memicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Penggunaan knalpot brong tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga dapat memicu konflik sosial dan membahayakan keselamatan pengguna jalan," ujarnya.
Sebagai bagian dari program edukasi, Polsek Tingkir menyerahkan 24 knalpot brong hasil penindakan kepada SMKN 3 Salatiga. Knalpot tersebut akan dirangkai menjadi monumen yang ditempatkan di lingkungan sekolah.
Menurut Kapolres, monumen itu diharapkan menjadi pengingat bagi pelajar untuk mematuhi aturan lalu lintas serta menjaga lingkungan dari polusi suara akibat penggunaan kendaraan yang tidak sesuai standar.
Polres Salatiga juga menegaskan akan terus menggencarkan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penggunaan knalpot brong melalui patroli rutin, sosialisasi ke sekolah-sekolah, pembinaan bengkel kendaraan bermotor, hingga penegakan hukum terhadap pelanggar.
Melalui program tersebut, polisi berharap generasi muda dapat menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas sekaligus mendukung terwujudnya Kota Salatiga yang aman, tertib, dan kondusif.
Editor : Eddie Prayitno