get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Pengunjung Padati Hari Pertama Pameran Buku Internasional di Semarang

Pabrik Baru di KIK ini Gandeng Petani Kendal, Butuh 100 Ton Umbi per Hari

Kamis, 09 Juli 2026 | 15:28 WIB
header img
Pembukaan pabrik baru di Kawasan Industri Kendal akan serap umbi dari petani di Kendal. eddie prayitno/iNews

KENDAL,iNewsPantura.id – Investasi PT Maxindo Karya Anugrah di Kabupaten Kendal tidak hanya membuka peluang kerja, tetapi juga menciptakan pasar baru bagi petani umbi-umbian. Perusahaan pengolah bahan pangan tersebut membutuhkan pasokan bahan baku sekitar 100 ton setiap hari yang seluruhnya dipenuhi dari petani dalam negeri.

Sebagian kebutuhan tersebut dipasok dari sentra pertanian di Jawa Tengah, termasuk wilayah Kaliwungu dan Boja, Kabupaten Kendal. Untuk memperkuat kemitraan, perusahaan mulai membagikan bibit umbi kepada petani sekaligus menggandeng Institut Pertanian Bogor dalam pengembangan bibit unggul dan pendampingan budidaya.

Direktur PT Maxindo Karya Anugrah, Gareth Suryo Wijoyokartono, mengatakan kemitraan dengan petani menjadi bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga kualitas dan keberlanjutan pasokan bahan baku.

"Kami berharap dapat berkolaborasi dengan masyarakat Kendal melalui penyuplai bahan baku dan penyerapan tenaga kerja sehingga bisa bersinergi bersama Pemerintah Kabupaten Kendal," ujarnya.

Pabrik yang diresmikan di Kendal merupakan fasilitas produksi ketiga milik PT Maxindo Karya Anugrah sekaligus yang terbesar. Pada tahap awal, perusahaan menggelontorkan investasi sekitar Rp300 miliar untuk mendukung operasional pabrik.

Hasil produksi perusahaan berupa aneka makanan olahan berbahan baku umbi-umbian telah menembus pasar internasional. Saat ini produk PT Maxindo dipasarkan ke sekitar 30 negara di empat benua, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Belanda, Jerman, China, Jepang, Kuwait, Arab Saudi, hingga Palestina. Selain melayani pasar ekspor, perusahaan juga memproduksi berbagai produk untuk merek Lemonilo.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menyambut positif kehadiran investasi tersebut. Menurutnya, industri yang melibatkan petani lokal akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas karena mampu menghubungkan sektor pertanian dengan industri pengolahan.

Ia berharap PT Maxindo terus berkembang dan memperbesar kontribusinya bagi Kabupaten Kendal, baik melalui penyerapan tenaga kerja, pemberdayaan masyarakat maupun peningkatan nilai investasi. Perusahaan sendiri menargetkan mampu menyerap lebih dari 1.000 tenaga kerja seiring bertambahnya kapasitas produksi.

Dengan pola kemitraan tersebut, kehadiran PT Maxindo diharapkan tidak hanya memperkuat industri pengolahan pangan di Kendal, tetapi juga meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus memperluas pasar bagi komoditas umbi-umbian yang dibudidayakan petani lokal.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut