get app
inews
Aa Text
Read Next : Program Santri Laju di Kaliwungu,  Belajar Kitab Tanpa Biaya dan Tak Perlu Mondok

Seni Barongan Kendal Bangkit, Festival Barongan Perdana Hadirkan 200 Kelompok

Senin, 22 Juni 2026 | 15:48 WIB
header img
Festival barongan Kendal jadi momentum kebangkitan seni tradisional asli kendal. dokumen

KENDAL,iNewsPantura.id – Kesenian barongan Kendal mulai menemukan panggung barunya. Festival Barongan Kendal yang pertama kali digelar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Cepiring, menjadi momentum kebangkitan seni tradisi sekaligus upaya menjadikan barongan sebagai ikon budaya lokal Kabupaten Kendal.

Digelar pada 20-21 Juni 2026, festival yang diinisiasi Sanggar Kejeling ini tidak sekadar menghadirkan pertunjukan kesenian, tetapi membawa misi menghidupkan kembali kecintaan masyarakat terhadap barongan yang selama ini menjadi bagian dari budaya rakyat.

Suasana berbeda terlihat sejak sore hari. Puluhan barongan tampil bersamaan dalam konsep rampak barongan, menghadirkan pertunjukan kolosal yang memadukan gerak, musik tradisional, dan energi para pelaku seni.

Memasuki malam hari, panggung festival berganti menjadi arena pertunjukan utama. Grup-grup barongan pilihan tampil satu per satu dengan konsep yang lebih matang dan penuh kreativitas.

Konsep tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat. Ribuan pasang mata menyaksikan atraksi barongan yang tidak hanya menampilkan tarian, tetapi juga membawa cerita dan pesan budaya.

Direktur Festival Barongan Kendal, Pupung Dwi Harmawan, mengungkapkan tingginya antusiasme kelompok kesenian untuk ikut dalam festival perdana ini.

Menurutnya, tercatat sekitar 200 kelompok barongan mendaftarkan diri untuk berpartisipasi. Namun, setelah melalui proses kurasi, hanya 30 kelompok yang masuk tahap seleksi, hingga akhirnya ditentukan enam kelompok sebagai penampil utama.

“Kalau yang mau ikut berpartisipasi itu ada sekitar 200, tapi kita kurasi lagi jadi 30, dan akhirnya terpilih 6 kelompok sebagai penampil utama,” kata Pupung, Minggu (21/6/2026).

Enam kelompok tersebut berasal dari berbagai wilayah Kendal, yakni dua kelompok dari Desa Sidomulyo, serta masing-masing satu kelompok dari Pageruyung, Weleri, Ringinarum, dan Sukorejo.

Festival ini membawa konsep baru dalam pertunjukan barongan. Setiap kelompok ditantang menghadirkan cerita yang bersumber dari folklor atau kisah tutur masyarakat daerah.

Menurut Pupung, konsep tersebut menjadi upaya agar barongan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga memiliki nilai budaya yang kuat.

“Teman-teman menggarap secara serius konsep performnya. Tiap penampilan membawa narasi cerita daerah setempat yang sudah mulai tenggelam. Jadi ada poin dan estetikanya,” ujarnya.

Salah satu kelompok yang tampil dengan konsep cerita lokal adalah Barongan Manunggal Simo Laras asal Desa Sidomulyo.

Kelompok ini membawakan kisah Tumenggung Wirowongso, sebuah cerita yang mengangkat semangat perjuangan masyarakat pada masa kolonial.

Perwakilan Manunggal Simo Laras, Heri, mengatakan persiapan dilakukan secara serius agar penampilan mereka mampu menyampaikan pesan cerita.

“Kita latihan satu bulan. Terus riset kurang lebih selama dua bulan,” ungkap Heri.

Tidak hanya latihan, berbagai persiapan juga dilakukan mulai dari kostum, musik, hingga koreografi. Bahkan aransemen musik dibuat dengan mempertahankan nuansa lokal.

“Kostum kita siapkan sendiri. Instrumen musik kita aransemen supaya nuansa lokal tetap terangkat, dan koreografinya juga kita siapkan,” jelasnya.

Para pelaku seni berharap Festival Barongan Kendal menjadi awal baru bagi perkembangan kesenian tradisional tersebut.

Barongan diharapkan tidak hanya hadir sebagai hiburan masyarakat, tetapi mampu membawa pesan nilai luhur, sejarah, dan identitas budaya Kendal.

Heri berharap konsep pertunjukan berbasis cerita dapat terus dikembangkan sehingga barongan memiliki karakter dan nilai yang semakin kuat.

“Kita ingin barongan punya nilai-nilai keluhuran yang dibawa ketika perform, seperti seni-seni yang lain,” pungkasnya.

Festival Barongan Kendal perdana ini menjadi bukti bahwa seni tradisi masih memiliki daya tarik besar. Dengan kreativitas dan inovasi, barongan Kendal berpeluang tumbuh menjadi salah satu identitas budaya daerah yang semakin dikenal luas.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut