get app
inews
Aa Text
Read Next : Dampak Kemarau, Polres Salatiga Salurkan Air Bersih untuk Warga Randuares

Greget Festival Tari Ke-67 Digelar di Sam Poo Kong, Angkat Kisah Cheng Ho

Selasa, 23 Juni 2026 | 19:08 WIB
header img
Penampilan tari dalam gelaran Greget Festival Tari ke-67 tahun 2026 di kawasan wisata Klenteng Sam Poo Kong. iNews

 

SEMARANG, iNewsPantura.id – Greget Festival Tari ke-67 tahun 2026 digelar di kawasan wisata Klenteng Sam Poo Kong, Kota Semarang, dengan mengangkat kisah persinggahan Laksamana Cheng Ho sebagai tema utama.

Pertunjukan seni ini menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan nilai toleransi dan akulturasi yang telah lama hidup di Kota Semarang.

Tahun ini, Sanggar Greget Semarang menghadirkan sendratari bertajuk “The Legend of Cheng Ho” yang diperankan oleh sekitar 150 siswa sanggar, mulai dari kelompok anak-anak hingga dewasa.

Melalui pementasan tersebut, penonton diajak menyaksikan kembali kisah perjalanan Laksamana Cheng Ho dari Tiongkok hingga persinggahannya di Semarang yang diyakini memiliki jejak sejarah kuat di kawasan pesisir.

Penyelenggara menilai kisah Cheng Ho memiliki nilai historis dan budaya yang erat dengan perkembangan Kota Semarang, khususnya dalam membentuk identitas masyarakat pesisir yang beragam namun tetap harmonis.

Selain sebagai pertunjukan seni, festival ini juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal sejarah dan cerita rakyat yang berkembang di daerahnya.

Melalui seni tari, pesan tentang toleransi, kebersamaan, dan harmoni dalam keberagaman disampaikan kepada penonton dengan kemasan yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Para pelaku seni mengaku bangga dapat membawakan kisah Laksamana Cheng Ho di lokasi yang diyakini sebagai salah satu titik persinggahan sejarahnya di Semarang.

Pementasan ini juga menampilkan pengembangan gerak tari tradisi pesisiran yang memadukan unsur tari klasik Jawa Tengah dengan kekayaan seni pesisir, sehingga melahirkan karya tari yang dinamis dan berkarakter kuat.

Yoyok Bambang Priyambodo, maestro tari sekaligus pendiri Sanggar Greget Semarang, selama ini dikenal aktif mengembangkan seni tari pesisiran serta pelestarian budaya di Kota Semarang.

Sementara itu, Canadian Mahendra, pelaku seni tari, turut terlibat dalam proses kreatif dan penggarapan pementasan “The Legend of Cheng Ho” pada Greget Festival Tari ke-67.

Festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pertunjukan seni, tetapi juga memperkuat identitas budaya Semarang sebagai kota pesisir yang terbuka terhadap keberagaman dan sejarah akulturasi budaya dunia, serta terus dapat dilestarikan sebagai warisan seni budaya bagi generasi mendatang.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut