get app
inews
Aa Text
Read Next : Tabung Gas Terbakar Saat Warung Mi Ayam Hendak Buka, Warga Lempar ke Sungai

PAUD Holistik Integratif Diperkuat, Kota Semarang Dorong Layanan Anak Usia Dini Terpadu

Minggu, 28 Juni 2026 | 20:09 WIB
header img
Lead Tanoto Foundation Wilayah Jawa, Anang Ainur Roziqin, menyerahkan cendera mata kepada Ketua TP PKK Kota Semarang, Lis Iswar Aminuddin, usai kegiatan Pengasuhan dan Stimulasi Anak Usia Dini, Jumat (26/6/2026). (Foto : iNewsPantura.id/ Dimas Yuli).

SEMARANG,iNewsPantura.id  – Upaya memperkuat pengasuhan dan stimulasi anak usia dini terus dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, akademisi, dan berbagai unsur masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan pengembangan kapasitas yang membahas penerapan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif (PAUD HI) di Kota Semarang.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Semarang, Lis Iswar Aminuddin menyampaikan bahwa pendekatan PAUD HI menjadi salah satu strategi dalam memastikan kebutuhan tumbuh kembang anak terpenuhi secara menyeluruh.

Menurutnya, PAUD HI tidak hanya menitikberatkan pada pendidikan, tetapi juga mengintegrasikan layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta perlindungan anak dalam satu sistem yang saling mendukung.

Penerapan pendekatan tersebut diperkuat melalui Peraturan Wali Kota Semarang Nomor 65 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan PAUD Holistik Integratif. Kebijakan ini menjadi dasar dalam pengembangan layanan anak usia dini agar lebih terpadu dan berkelanjutan.

Lis menjelaskan, Kota Semarang memiliki sekitar 151 ribu anak usia dini yang didukung oleh sekitar 1.200 satuan PAUD. Berbagai layanan dikembangkan untuk mendukung proses tumbuh kembang anak, termasuk stimulasi sejak usia awal, pendampingan keluarga, serta penyediaan ruang belajar yang inklusif.

Selain layanan pendidikan, perhatian juga diberikan pada aspek pencegahan stunting dan penguatan peran keluarga dalam pengasuhan anak. Menurut Lis, keluarga memiliki peran utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan anak.

Ia menegaskan, anak usia dini tidak seharusnya dibebani dengan target akademik seperti kemampuan membaca, menulis, dan berhitung secara berlebihan. Pada tahap ini, anak lebih membutuhkan stimulasi melalui kegiatan bermain, interaksi positif, serta pembiasaan untuk membangun kemandirian.

Sementara itu, fasilitator dari UIN Walisongo, Nur Hisyam, menyampaikan pentingnya keterlibatan ayah dalam proses pengasuhan. Menurutnya, peran ayah diperlukan dalam memberikan rasa aman, membangun karakter, serta mendampingi perkembangan anak sesuai dengan usianya.

"Pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama. Kehadiran ayah dan ibu menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan fisik, sosial, dan emosional anak," ujar Nur Hisyam.

Melalui penerapan PAUD Holistik Integratif, penguatan layanan anak usia dini diharapkan mampu menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang lebih baik, dengan menggabungkan aspek pendidikan, kesehatan, gizi, dan perlindungan anak secara terpadu.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut