get app
inews
Aa Text
Read Next : Serap Pidato Kenegaraan Presiden, DPRD Purworejo Dorong Pemerataan Pembangunan

Jateng Luncurkan SITA-DARRA, Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran Kini Berbasis Digital

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 21:46 WIB
header img
Eko Maryanto, Kabid Damkar Provinsi Jateng. Foto : iNewsPantura.id/ Wisnu W

SUKOHARJO, iNewsPantura.id — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) resmi meluncurkan SITA-DARRA (Sistem Informasi Pemetaan Daerah Rawan Kebakaran) sebagai langkah strategis memperkuat transformasi digital pengelolaan data kejadian dan daerah rawan kebakaran di Jawa Tengah.

Peluncuran SITA-DARRA digelar di Hotel D’Wangsa Lorin Sukoharjo, Jumat (14/8/2026), dan dihadiri Kepala Satpol PP kabupaten/kota se-Jawa Tengah, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran kabupaten/kota, serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten/kota se-Jawa Tengah.

Kepala Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Tri Harso Widirshmanto, mengatakan kehadiran SITA-DARRA merupakan bagian penting dari upaya memperkuat tata kelola informasi kebakaran yang lebih cepat, terintegrasi, akurat, dan berbasis data.

“SITA-DARRA bukan sekadar aplikasi pelaporan, tetapi fondasi transformasi digital data kebakaran di Jawa Tengah. Dengan data yang akurat dan terintegrasi, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang lebih tepat sasaran dalam upaya pencegahan, mitigasi, dan penanganan kebakaran,” kata Tri Harso saat peluncuran.

Standarisasi data kebakaran

SITA-DARRA merupakan inovasi yang diinisiasi oleh Kepala Bidang Penanganan Kebakaran Satpol PP Provinsi Jawa Tengah, Eko Maryanto, sebagai solusi atas kebutuhan pengelolaan data kebakaran yang terstandar dan terintegrasi dari seluruh kabupaten/kota.

Selama ini, pelaporan data kebakaran di berbagai daerah masih menghadapi sejumlah kendala, seperti penggunaan format yang berbeda, proses pelaporan yang masih manual, keterlambatan penyampaian data, serta belum terintegrasinya informasi secara spasial dan temporal.

Kondisi tersebut menyebabkan data kebakaran belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk analisis risiko, penentuan daerah prioritas, maupun penyusunan kebijakan pencegahan dan penanganan kebakaran.

Melalui SITA-DARRA, proses pelaporan diubah menjadi sistem digital yang lebih terstruktur, terstandar, terpusat, dan dapat dikembangkan menjadi sistem pemetaan risiko kebakaran berbasis teknologi.

Berbasis GIS

SITA-DARRA dirancang untuk menghimpun, memvalidasi, menyimpan, mengolah, dan menyajikan data kejadian serta daerah rawan kebakaran dari seluruh kabupaten/kota secara terpusat.

Sistem ini dilengkapi sejumlah fitur utama, mulai dari pelaporan daring, basis data terstruktur, ekspor data dalam format PDF dan Excel, dashboard visual, hingga pengembangan peta daerah rawan kebakaran berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS).

Dengan pendekatan GIS, data kebakaran tidak hanya ditampilkan dalam bentuk angka atau laporan administratif, tetapi juga divisualisasikan berdasarkan lokasi dan karakteristik wilayah. Hal tersebut memungkinkan analisis pola kejadian kebakaran, tingkat kerawanan wilayah, serta kebutuhan intervensi secara lebih komprehensif.

Instrumen pengambilan kebijakan

Tri Harso menegaskan, SITA-DARRA diarahkan menjadi instrumen manajemen dan pengambilan keputusan berbasis data, baik bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun pemerintah kabupaten/kota.

Data yang dihimpun melalui sistem ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan wilayah prioritas, menyusun kebijakan mitigasi, mengevaluasi tingkat kesiapsiagaan daerah, hingga merencanakan kebutuhan sumber daya manusia, sarana dan prasarana pemadam kebakaran, serta pengalokasian anggaran.

“Keputusan yang baik lahir dari data yang baik. Karena itu, standardisasi pelaporan dan integrasi data menjadi kunci agar penanganan kebakaran di Jawa Tengah semakin efektif dan akuntabel,” ujarnya.

Perkuat koordinasi 35 kabupaten/kota

Melalui SITA-DARRA, koordinasi antardaerah diharapkan menjadi lebih cepat dan efektif. Setiap kabupaten/kota akan memiliki admin atau kontributor data yang bertanggung jawab melakukan input dan pemeriksaan awal sebelum data dikelola dan divalidasi di tingkat provinsi.

Implementasi sistem ini diharapkan mempercepat proses pelaporan, meningkatkan akurasi dan konsistensi informasi, memperkuat koordinasi lintas wilayah, serta menyediakan jejak data yang lebih akuntabel.

Pada tahap pengembangan selanjutnya, pemetaan berbasis GIS akan semakin memperkuat kemampuan pemerintah dalam mengidentifikasi daerah rawan kebakaran dan menentukan lokasi prioritas untuk pencegahan, pembinaan, serta peningkatan kesiapsiagaan.

Peluncuran SITA-DARRA menjadi momentum penting dalam transformasi digital tata kelola penanganan kebakaran di Jawa Tengah. Sistem ini diharapkan berkembang menjadi fondasi data kebakaran tingkat provinsi yang mampu mendukung kebijakan berbasis risiko dan meningkatkan efektivitas perlindungan keselamatan masyarakat.

Dengan semangat “Data Akurat, Kebijakan Tepat, Jawa Tengah Tangguh dari Api,” SITA-DARRA diharapkan menjadi langkah nyata menuju sistem penanganan kebakaran yang lebih modern, terintegrasi, dan responsif.

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut