All-Stars Kudus Pertahankan Gelar dan 34 Talenta Terbaik Melaju ke SingaCup 2026 di Singapura
KUDUS, iNewsPantura.id – All-Stars Kudus sukses mempertahankan gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) All-Stars 2026 setelah menundukkan All-Stars Jakarta melalui adu penalti 4-3 usai bermain imbang tanpa gol pada partai final yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus, Sabtu (28/6).
Sementara itu, All-Stars Surabaya kembali meraih peringkat ketiga setelah mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor 1-0.
Laga final mempertemukan dua tim terbaik, All-Stars Kudus dan All-Stars Jakarta, dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak menit pertama. Kedua tim tampil disiplin dengan permainan terbuka dan saling menciptakan peluang.
All-Stars Kudus sempat memperoleh peluang emas melalui tendangan bebas Renanthera Aluna Addya Putri pada menit kesembilan, namun masih mampu diamankan kiper Jakarta, Erza Khalifa Sakhi. Jakarta juga mendapat kesempatan melalui tendangan bebas Albianca Raula, tetapi bola melambung di atas mistar.
Memasuki babak kedua, tempo pertandingan semakin meningkat. Kudus tampil lebih agresif melalui pressing tinggi, sedangkan Jakarta mengandalkan serangan langsung dari luar kotak penalti. Namun hingga waktu normal berakhir, kedua tim gagal memecah kebuntuan sehingga pertandingan dilanjutkan ke adu penalti.
Pada babak tos-tosan, All-Stars Kudus tampil lebih tenang dan memastikan kemenangan 4-3 untuk mempertahankan gelar juara MLSC All-Stars.
Kiper All-Stars Kudus, Queisha Sava Azzalfa, mengungkapkan latihan adu penalti yang dilakukan sebelum final menjadi kunci keberhasilan timnya.
"Kami sudah mempersiapkan adu penalti dalam latihan. Bersyukur bisa menggagalkan dua tendangan lawan dan membantu tim menjadi juara," ujarnya.
Pelatih All-Stars Kudus, Yayat Hidayat, mengatakan keberhasilan timnya tidak lepas dari persiapan matang, termasuk training center yang memperkuat kekompakan antarpemain.
Menurutnya, MilkLife Soccer Challenge menjadi wadah penting dalam menjaring bibit-bibit pesepak bola putri Indonesia.
Di kubu lawan, Pelatih All-Stars Jakarta, Arifin, tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya meski harus puas menjadi runner-up.
"Kami memang tidak menyiapkan skenario adu penalti. Namun saya tetap bangga karena para pemain sudah memberikan kemampuan terbaik hingga final," katanya.
Pada pertandingan perebutan tempat ketiga, All-Stars Surabaya mengalahkan All-Stars Yogyakarta dengan skor tipis 1-0.
Gol semata wayang dicetak Agnia Nurul Fadhila Rohman pada menit ke-23 setelah memanfaatkan umpan lambung di depan gawang. Keunggulan tersebut bertahan hingga pertandingan usai dan mengantarkan Surabaya kembali menempati posisi ketiga, sama seperti pencapaian musim sebelumnya.
Pelatih All-Stars Surabaya, Sai Dong, menilai keberhasilan timnya merupakan buah dari perkembangan mental para pemain sepanjang turnamen.
"Yang paling saya syukuri adalah perkembangan anak-anak. Mereka terus berproses dengan baik. Turnamen seperti ini sangat penting untuk kemajuan sepak bola putri Indonesia," ujarnya.
Sementara itu, kesempatan untuk berlaga di SingaCup 2026 disambut antusias para pemain terpilih. Kapten All-Stars Samarinda U-12, Adiba Sanas Primayuga, mengaku tidak menyangka bisa masuk dalam skuad yang akan mewakili Indonesia di Singapura.
"Saya senang sekali bisa terpilih. Ini pengalaman pertama mengikuti MilkLife Soccer Challenge dan sekarang mendapat kesempatan bermain di level internasional. Kami optimistis bisa meraih hasil terbaik," katanya.
Hal senada disampaikan pemain U-14, Euis Siti Farhatus Sa'adah. Ia mengaku bersyukur namanya masuk dalam daftar pemain yang akan diberangkatkan ke Singapura.
"Saya tidak menyangka bisa terpilih. Saya akan berjuang semaksimal mungkin agar bisa membawa pulang prestasi," ujarnya.
Editor : Eddie Prayitno