get app
inews
Aa Text
Read Next : All-Stars Kudus Pertahankan Gelar dan 34 Talenta Terbaik Melaju ke SingaCup 2026 di Singapura

Tahun 2026,  Kudus Jadi Panggung Pembinaan Sepak Bola Putri Indonesia

Senin, 22 Juni 2026 | 17:04 WIB
header img
Pembukaan Women’s Soccer Trilogy 2026 . Nur Choiruddin/iNews

KUDUS, iNewsPantura.id – Kabupaten Kudus kembali menjadi salah satu pusat pengembangan sepak bola putri nasional. Bakti Olahraga Djarum Foundation menghadirkan tiga turnamen berjenjang berskala nasional hingga internasional dalam tajuk Women’s Soccer Trilogy 2026 yang akan berlangsung di Supersoccer Arena Kudus, Jawa Tengah, mulai Juni hingga Agustus 2026.

Rangkaian kompetisi tersebut meliputi MilkLife Soccer Challenge All-Stars U-12 pada 23-28 Juni, HYDROPLUS Soccer League All-Stars U-15 dan U-18 pada 5-12 Juli, serta Srikandi Merdeka Cup U-16 pada 14-23 Agustus. Ketiga ajang itu dirancang sebagai sistem pembinaan berkelanjutan untuk memperluas basis talenta sekaligus menyiapkan calon pemain tim nasional putri Indonesia.

Program Director MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan pengembangan sepak bola putri membutuhkan proses panjang melalui pembinaan berjenjang yang didukung kompetisi berkelanjutan sejak usia dini hingga level elite.

"Women’s Soccer Trilogy bertujuan membangun platform ekosistem pembinaan sepak bola putri yang terintegrasi. Pembinaan dimulai dari MilkLife Soccer Challenge sebagai tahap pengenalan, berlanjut ke HYDROPLUS Soccer League, hingga pemain terbaik berkesempatan memperkuat tim nasional putri Indonesia di Srikandi Merdeka Cup," ujar Teddy.

Menurutnya, setiap pemain harus memiliki jalur pengembangan yang jelas dan berkesinambungan, mulai dari usia dini hingga memasuki level profesional. Dengan fondasi tersebut, para atlet diharapkan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Pada tahap awal, MilkLife Soccer Challenge menjadi ajang pengenalan sepak bola bagi siswi kelompok usia 8, 10, dan 12 tahun yang digelar di 12 kota di Indonesia. Selain menjadi sarana kompetisi, turnamen ini juga berfungsi sebagai proses pencarian bakat yang kemudian mendapat pembinaan lanjutan melalui program MilkLife Soccer Extra Training.

Pemain-pemain terbaik dari berbagai kota selanjutnya akan tampil di MilkLife Soccer Challenge All-Stars. Selain memperebutkan gelar nasional, mereka juga akan dipantau tim pencari bakat yang dipimpin Timo Scheunemann dan Jacksen F. Tiago untuk membentuk skuad Indonesia yang akan berlaga pada SingaCup 2026.

Jenjang berikutnya adalah HYDROPLUS Soccer League yang diperuntukkan bagi kelompok usia U-15 dan U-18. Kompetisi ini digelar di empat regional, yakni Jakarta, Bandung, Kudus, dan Surabaya. Para juara dan runner-up regional berhak tampil pada putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars.

Dari ajang tersebut, proses pembentukan talent pool tim nasional putri semakin dipertegas. Pemain-pemain terbaik akan dipilih untuk memperkuat dua skuad Indonesia yang akan berlaga pada Srikandi Merdeka Cup U-16 menghadapi tim-tim dari Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania.

"Selama tiga tahun terakhir kami membangun ekosistem pembinaan yang terintegrasi mulai usia 8 hingga 18 tahun. Harapannya, akan terbentuk talent pool yang besar untuk memperkuat tim nasional, termasuk skuad U-16 yang akan tampil pada kualifikasi AFC Cup pada Oktober mendatang," kata Teddy.

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, menyambut positif penyelenggaraan Women’s Soccer Trilogy 2026. Menurutnya, kepercayaan menjadikan Kudus sebagai tuan rumah berbagai kompetisi nasional dan internasional semakin memperkuat posisi daerah tersebut sebagai destinasi sport tourism.

"Terima kasih kepada Djarum Foundation yang telah menghadirkan tiga event besar berskala nasional dan internasional di Supersoccer Arena Kudus. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan siap menyambut atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah maupun negara," ujarnya.

Bellinda berharap Kudus tidak hanya dikenal sebagai kota kelahiran atlet bulu tangkis berprestasi, tetapi juga menjadi pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia. Selain itu, penyelenggaraan turnamen diyakini memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Kehadiran kompetisi yang tersusun berjenjang tersebut juga menjadi penyemangat bagi para pesepak bola muda di kawasan Muria Raya. Mereka kini memiliki jalur pembinaan yang jelas, mulai dari kompetisi tingkat dasar hingga peluang tampil pada ajang internasional.

 

Dengan hadirnya Women’s Soccer Trilogy 2026, Kudus tidak hanya menjadi tuan rumah pertandingan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam upaya membangun masa depan sepak bola putri Indonesia melalui sistem pembinaan yang berkelanjutan dan kompetitif.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut