get app
inews
Aa Text
Read Next : Terkendala LP2B, Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kendal Belum Merata

Pikap KDMP Siap Perkuat Distribusi Logistik Desa di Kendal, Meski Pembangunan Terkendala Lahan

Kamis, 02 Juli 2026 | 18:23 WIB
header img
Pikap operasional untuk KDMP di Kendal diserahkan bupati dan dandim kendal. eddie prayitno/iNews

KENDAL, iNewsPantura.id – Sebanyak 30 unit mobil pikap untuk mendukung operasional Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) tiba di Kabupaten Kendal, Kamis (2/7/2026). Kendaraan tersebut langsung diserahkan di Makodim 0715/Kendal sebelum didistribusikan ke koperasi desa yang telah siap beroperasi guna memperlancar distribusi logistik dan kebutuhan pokok masyarakat.

Mobil pikap itu menjadi bagian dari dukungan sarana transportasi bagi KDMP. Selain 30 pikap, pemerintah juga akan menyalurkan satu unit truk serta dua kendaraan roda tiga jenis viar-tossa untuk memperkuat jaringan distribusi barang di tingkat desa.

Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf. Ade Sohali, mengatakan hingga awal Juli ini pembangunan KDMP di Kabupaten Kendal telah mencapai 93 titik dari target 163 koperasi yang ditargetkan selesai pada akhir Juli 2026.

"Setelah tanggal 15 Juli nanti akan kami launching lagi. Jadi prosesnya dilakukan secara bertahap," ujarnya usai serah terima kendaraan.

Meski progres pembangunan terus berjalan, Ade mengakui masih terdapat kendala di 122 desa yang belum dapat membangun KDMP karena lahan yang tersedia berstatus Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), sehingga tidak dapat dialihfungsikan untuk pembangunan gedung koperasi.

Menurutnya, persoalan tersebut telah dikoordinasikan bersama Pemerintah Kabupaten Kendal dan Kementerian ATR/BPN untuk mencari alternatif lahan yang memenuhi ketentuan.

"Memang kendala utamanya status lahan LP2B. Kami sudah berkoordinasi dengan ATR/BPN. Untuk desa yang belum memiliki lahan, tahap kedua pembangunan akan dibuka kembali mulai Agustus," jelasnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan pemerintah daerah juga tengah menyiapkan berbagai opsi agar target pembangunan KDMP tetap tercapai. Salah satunya dengan memanfaatkan lahan non-LP2B maupun aset milik Perhutani dan PTPN melalui skema kerja sama.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil konsultasi dengan Kementerian ATR/BPN, persentase pemenuhan lahan LP2B di Kabupaten Kendal masih berada pada angka 86 persen, atau belum memenuhi batas minimal 87 persen sebagaimana ketentuan yang berlaku.

"Kami sudah bersurat ke Pemerintah Provinsi, Perhutani, PTPN, serta desa-desa yang mengalami kendala agar dilakukan pendataan kembali terhadap lahan yang memungkinkan digunakan. Harapannya segera ditemukan solusi," kata Tika.

Menurutnya, kehadiran KDMP bukan hanya menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi desa dengan menampung dan memasarkan berbagai produk UMKM lokal.

Ia pun mengingatkan agar kendaraan operasional yang telah diterima benar-benar dimanfaatkan sesuai fungsi untuk menunjang pelayanan koperasi.

"Jangan digunakan di luar peruntukannya. Mari kita dukung pembangunan KDMP karena ini merupakan Program Strategis Nasional," tegasnya.

Sementara itu, Kepala KDMP Penanggulangan, Ahmad Ghozali, menyebut pembangunan koperasi di desanya telah mencapai sekitar 85 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Juli mendatang.

Menurutnya, koperasi tersebut nantinya menyediakan berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari sembako, pupuk hingga gas LPG 3 kilogram dengan harga sesuai ketentuan pangkalan.

"Gas melon nanti dijual Rp18 ribu sesuai harga pangkalan. Harapannya masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau," ujarnya.

Dengan mulai berdatangannya armada operasional, Pemerintah Kabupaten Kendal optimistis KDMP dapat segera berjalan optimal sebagai pusat distribusi logistik desa sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis koperasi.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut