Tak Sekadar Menginap, Aksi Donor Darah di Jepara Hasilkan 24 Kantong untuk PMI
JEPARA, iNewsPantura.id – Sebanyak 24 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam aksi donor darah yang digelar di kawasan Bandengan, Jepara, Sabtu (11/7/2026). Meski jumlah pesertanya tidak banyak, kegiatan tersebut menjadi tambahan stok darah yang dibutuhkan untuk membantu pasien yang menjalani transfusi di berbagai fasilitas kesehatan.
Kegiatan donor darah yang bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) itu diikuti masyarakat dari berbagai latar belakang, termasuk unsur instansi dan warga sekitar. Setiap kantong darah yang terkumpul selanjutnya akan didistribusikan oleh PMI kepada pasien sesuai kebutuhan.
Ketersediaan stok darah menjadi salah satu kebutuhan yang harus terus dijaga. Karena itu, kegiatan donor darah yang dilakukan secara berkala dinilai memiliki peran penting untuk membantu memenuhi permintaan darah, terutama bagi pasien yang menjalani operasi, mengalami kecelakaan, melahirkan, maupun menderita penyakit tertentu.
General Manager Two Rich Hotel by Kiyana, Danny Evaju Ansry, mengatakan kegiatan donor darah merupakan program sosial pertama sejak pengelolaan hotel berada di bawah manajemen baru. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi agenda rutin yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Kami berharap donor darah dapat dilaksanakan secara berkala sehingga semakin banyak masyarakat yang terbantu melalui ketersediaan stok darah," ujarnya.
Selain mengumpulkan darah, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengajak masyarakat untuk tidak ragu menjadi pendonor. Salah satunya dirasakan Ahmad Muzazid, warga Desa Bringin, Kecamatan Batealit, yang untuk pertama kalinya mendonorkan darahnya.
Ia mengaku semula merasa khawatir donor darah akan menimbulkan rasa sakit maupun pusing. Namun setelah menjalaninya, kekhawatiran itu tidak terbukti.
"Saya kira sakit dan bikin pusing, ternyata tidak sama sekali. Semoga semakin banyak masyarakat yang mau donor darah karena manfaatnya besar bagi orang lain," katanya.
Menurut Ahmad, pengalaman pertamanya itu membuat dirinya terdorong untuk kembali mendonorkan darah apabila ada kesempatan berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, penyelenggara berharap kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela semakin meningkat. Dengan bertambahnya jumlah pendonor, ketersediaan stok darah di PMI diharapkan tetap terjaga sehingga kebutuhan pasien yang memerlukan transfusi dapat terpenuhi tepat waktu.
Aksi donor darah ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan melalui langkah sederhana. Setetes darah yang disumbangkan seorang pendonor dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang tengah berjuang mendapatkan pelayanan medis.
Editor : Suryo Sukarno