Dua Bocah Tenggelam di Irigasi Singomerto Banjarnegara Ditemukan Meninggal
Korban pertama, M. Fadli Al Fayad, ditemukan lebih dahulu pada pukul 09.35 WIB. Sementara korban kedua, Zafran, ditemukan sekitar lima jam kemudian, tepatnya pukul 15.00 WIB.
Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, mengatakan setelah ditemukan, kedua korban langsung dievakuasi dan dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Alhamdulillah kedua anak yang hilang tenggelam berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan. Namun keduanya sudah dalam keadaan meninggal dunia. Selanjutnya korban dibawa ke RSUD Banjarnegara untuk pemeriksaan," kata Budiono.
Ia menjelaskan, lokasi penemuan kedua korban cukup jauh dari titik awal diduga tenggelam.
Korban pertama ditemukan sekitar 1,7 kilometer dari lokasi kejadian, sedangkan korban kedua ditemukan sejauh 3,5 kilometer setelah terbawa arus saluran irigasi.
"Korban pertama ditemukan pukul 09.35 WIB pada jarak sekitar 1,7 kilometer dari lokasi kejadian. Sedangkan korban kedua ditemukan pukul 15.00 WIB pada jarak sekitar 3,5 kilometer," ujarnya.
Sebelumnya, kedua anak tersebut dilaporkan hilang saat bermain di sekitar saluran Irigasi Singomerto pada Rabu (16/7/2026) sore.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar pukul 16.30 WIB keduanya masih terlihat bermain di sekitar irigasi. Namun sekitar 30 menit kemudian keberadaan mereka tidak lagi diketahui.
Warga yang mengetahui kejadian itu langsung melakukan pencarian secara mandiri. Namun hingga malam hari, kedua anak tersebut belum ditemukan sehingga peristiwa itu dilaporkan kepada tim SAR.
Mendapat laporan tersebut, Kantor SAR Semarang melalui Pos SAR Wonosobo mengerahkan tim rescue untuk bergabung dalam operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan lainnya.
Pencarian dilakukan dengan menyisir aliran irigasi serta melakukan penyelaman di sejumlah titik yang dianggap berpotensi menjadi lokasi korban tersangkut.
Setelah pencarian intensif dilakukan sejak pagi, kedua korban akhirnya berhasil ditemukan meski dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Budiono menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah tersebut sekaligus mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian.
"Kami mengucapkan turut berduka cita kepada keluarga korban. Terima kasih kepada seluruh tim SAR gabungan yang telah bekerja keras sehingga kedua korban dapat segera ditemukan," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di sekitar sungai, saluran irigasi, maupun perairan yang memiliki arus cukup deras dan berisiko membahayakan keselamatan.
Editor : Eddie Prayitno