Dari Hobi Curhat Jadi Puluhan Lagu, Purwadi Angkat Nama Kabupaten Semarang Lewat Musik
KABUPATEN SEMARANG,iNewsPantura.id– Berawal dari sekadar hobi dan media untuk mencurahkan isi hati, politikus sekaligus pengusaha asal Kabupaten Semarang, Purwadi atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Ipung Mr Boy, kini sukses menciptakan sekitar 35 lagu karya sendiri. Salah satu lagu yang paling dikenal masyarakat adalah "Bledug Kuwu", yang menjadi titik balik perjalanan bermusiknya.
Purwadi mengaku tidak pernah memiliki cita-cita menjadi seorang musisi. Ketertarikannya menulis lagu muncul ketika melihat teman-temannya yang gemar membuat lagu sederhana menggunakan telepon genggam.
Lagu pertamanya berjudul "Rindu Bimbinganmu", yang terinspirasi dari kerinduannya kepada sang ayah. Dari karya perdana tersebut, ia justru semakin tertarik untuk terus berkarya di dunia musik.
"Awalnya hanya iseng. Lagu pertama bercerita tentang kerinduan kepada bapak. Setelah jadi, saya justru ketagihan membuat lagu," ungkap Purwadi.
Menurutnya, hampir seluruh lagu yang diciptakannya berangkat dari kisah nyata, baik pengalaman pribadi maupun cerita yang dialami orang-orang di sekitarnya. Salah satu yang paling sukses adalah lagu "Bledug Kuwu", yang mengangkat kisah kecemburuan dan kemudian berkembang menjadi lagu ambyar yang banyak digemari masyarakat.
Selain "Bledug Kuwu", sejumlah lagu lain seperti "Penyiar Radio" dan "Tresno" juga cukup populer dan sering dibawakan para penyanyi maupun musisi kafe. Hingga kini, Ipung Mr Boy telah menghasilkan sekitar 35 lagu dengan album perdana bertajuk "Nepati Janji".
Tak hanya fokus menciptakan lagu bertema cinta dan kehidupan, Purwadi juga berupaya mengenalkan potensi daerah melalui karya-karyanya. Sejumlah destinasi wisata Kabupaten Semarang seperti Gunung Telomoyo, Candi Gedong Songo, dan kawasan Ungaran kerap dimasukkan ke dalam lirik lagu sebagai bentuk promosi daerah.
Meski pernah beberapa kali tampil sebagai pembuka konser musisi nasional, Purwadi mengaku saat ini lebih memilih berkonsentrasi menciptakan karya baru. Ia tengah menyiapkan album bertema motivasi yang terinspirasi dari perjalanan pendidikan anak-anaknya.
Menurut Purwadi, perkembangan teknologi digital dan semakin banyaknya studio home recording telah membuka peluang besar bagi musisi daerah untuk berkembang tanpa harus bergantung pada industri musik di ibu kota.
"Jangan takut berkarya. Sekarang peluang musisi daerah untuk dikenal masyarakat jauh lebih besar," katanya.
Bagi Purwadi, pencapaian terbesar seorang pencipta lagu bukanlah popularitas ataupun materi. Kepuasan sesungguhnya dirasakan ketika penonton dapat menyanyikan lagu ciptaannya secara bersama-sama. Momen tersebut, menurutnya, menjadi hadiah paling berharga dalam perjalanan bermusik yang ia jalani hingga saat ini.
Editor : Eddie Prayitno