Kendal Kembali Tarik Investasi, Pabrik Industri Pangan Rp190 Miliar Mulai Beroperasi di KEK
KENDAL,iNewsPantura.id – Kabupaten Kendal kembali menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi industri. PT Foodindo Dwivestamas resmi mengoperasikan fasilitas produksi barunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal setelah memulai pembangunan melalui groundbreaking pada Februari 2025.
Beroperasinya pabrik tersebut menandai realisasi investasi senilai Rp190 miliar yang masuk ke Kendal sekaligus memperkuat sektor industri makanan dan minuman yang terus berkembang di kawasan tersebut.
Fasilitas produksi itu mampu menyerap sekitar 150 tenaga kerja dan beroperasi selama 24 jam dengan kapasitas produksi mencapai 1.000 ton per tahun. Produk yang dihasilkan berupa saus, bumbu, dan seasoning untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor.
Direktur PT Foodindo Dwivestamas, Lucky Rumengan, mengatakan pemilihan Kendal sebagai lokasi pengembangan usaha didasarkan pada potensi kawasan industri yang terus berkembang dan didukung infrastruktur yang memadai.
"Kami melihat Kendal memiliki ekosistem industri yang berkembang pesat. Dukungan infrastruktur dan kolaborasi yang terbangun di kawasan industri menjadi salah satu pertimbangan utama kami berinvestasi di sini," ujarnya.
Menurut Lucky, beroperasinya fasilitas produksi baru tersebut menjadi langkah penting bagi perusahaan dalam meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing di tengah pertumbuhan industri pangan yang semakin kompetitif.
"Kami ingin membangun perusahaan yang mampu bertahan dan terus berkembang di tengah dinamika industri. Kehadiran fasilitas produksi di Kendal menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan," katanya.
PT Foodindo Dwivestamas merupakan perusahaan yang berdiri sejak 2007 di Cikarang, Jawa Barat. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis saus, bumbu, dan seasoning yang dipasarkan untuk kebutuhan industri makanan maupun ritel modern.
Sementara itu, Executive Director PT Kawasan Industri Kendal, Juliani Kusumaningrum, menilai beroperasinya pabrik Foodindo menjadi bukti bahwa investasi yang masuk ke KEK Kendal terus bergerak dari tahap pembangunan menuju tahap produksi.
"Ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap KEK Kendal terus meningkat. Kami melihat sektor makanan dan minuman memiliki prospek yang sangat baik dan menjadi salah satu industri yang berkembang di Jawa Tengah," ujarnya.
Juliani mengatakan kehadiran Foodindo juga memperkuat pengembangan klaster industri pangan di KEK Kendal. Dengan semakin banyak perusahaan yang bergerak dalam rantai pasok industri makanan dan minuman, kawasan tersebut diharapkan mampu menciptakan efisiensi dan nilai tambah yang lebih besar.
Masuknya investasi baru tersebut semakin mempertegas posisi Kendal sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri di Jawa Tengah. Selain menciptakan lapangan kerja, investasi yang mulai berproduksi juga diharapkan memberikan dampak terhadap penguatan sektor manufaktur dan perekonomian daerah.
Editor: Eddie Prayitno