get app
inews
Aa Text
Read Next : Lindungi Biodiversitas Laut, Unsoed dan WWF Bekali Mahasiswa Teknik Identifikasi Spesies

545 Desa Bertransformasi Menuju Desa 5.0, BRI Gandeng Unsoed Perkuat Pembangunan Berkelanjutan

Kamis, 23 Juli 2026 | 17:26 WIB
header img
Kolaborasi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto dan BRI dalam inaugurasi desa brilian batch1 2026. Foto : iNewsPantura.id/ Saladdin Ayyubi

PURWOKERTO , iNewsPantura.id – Sebanyak 545 desa dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti Program Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 yang digelar PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Dari jumlah tersebut, 50 desa terbaik memperoleh apresiasi dari BRI, sementara 25 desa terbaik akan mendapatkan pendampingan intensif dari BRI bersama Unsoed.

Puncak pelaksanaan program ditandai dengan Inaugurasi Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 yang diselenggarakan secara daring pada Kamis (23/7/2026). Mengusung tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan", kegiatan ini menjadi wujud komitmen mempercepat transformasi desa melalui inovasi, digitalisasi, kepemimpinan, dan pemberdayaan masyarakat.

Program Desa BRILian merupakan kolaborasi strategis antara BRI dan Universitas Jenderal Soedirman melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Selama pelaksanaan program, ratusan desa mengikuti berbagai pelatihan daring yang mencakup penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), kepemimpinan transformatif, digitalisasi pelayanan publik, pengembangan ekonomi lokal, literasi keuangan, hingga penyusunan rencana pembangunan desa berkelanjutan.
Setelah melalui proses pembelajaran dan evaluasi secara komprehensif, dipilih 50 Desa BRILian terbaik yang dinilai berhasil menunjukkan inovasi, komitmen, serta implementasi praktik-praktik terbaik dalam pembangunan desa.

Sebagai tindak lanjut, 25 desa terbaik akan memasuki tahap pendampingan intensif yang dilaksanakan bersama oleh BRI dan Universitas Jenderal Soedirman. Pendampingan tersebut difokuskan pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, pengembangan kelembagaan ekonomi desa, optimalisasi potensi unggulan lokal, digitalisasi layanan publik, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan ekosistem kewirausahaan desa yang berkelanjutan.

Kegiatan inaugurasi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai institusi strategis, di antaranya Muhammad Candra Utama selaku SEVP Ultra Micro PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., Dr. H. Tabrani, M.Pd. selaku Direktur Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, Prof. Dr. Ir. H. Akhmad Sodiq selaku Rektor Universitas Jenderal Soedirman, Bito Wikantosa, S.S., M.Hum. selaku Staf Ahli Menteri Bidang Hukum dan Reformasi Birokrasi Kemendes PDT, serta Prof. Dr. Ir. Elly Tugianti selaku Ketua LPPM Universitas Jenderal Soedirman.

Dalam kesempatan tersebut ditegaskan bahwa konsep Desa 5.0 menempatkan teknologi sebagai sarana untuk memperkuat pembangunan manusia (human-centered leadership), tata kelola pemerintahan yang adaptif, kolaborasi multipihak, inovasi sosial, serta pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal. Melalui pendekatan tersebut diharapkan lahir Future Village Ecosystem, yakni ekosistem desa yang tangguh, inklusif, produktif, dan berkelanjutan sehingga mampu menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Program Desa BRILian juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendukung pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan desa, literasi keuangan, digitalisasi, serta pengembangan ekonomi lokal. Sementara itu, kolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman memperkuat aspek akademik melalui pendampingan berbasis riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Selain menjadi ajang pemberian apresiasi kepada desa-desa berprestasi, Inaugurasi Desa BRILian Batch 1 Tahun 2026 juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, sektor perbankan, dan masyarakat dalam mewujudkan desa sebagai pusat inovasi, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan yang berdaya saing menuju Indonesia Maju.
Menurut Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Noor Farid, M.Si, mengatakan pentingnya kolaborasi akademik dengan BRI untuk pembangunan desa.

"Kolaborasi antara Universitas Jenderal Soedirman dan BRI dalam Program Desa BRILian merupakan wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan nasional dari desa. Unsoed tidak hanya berkontribusi melalui pendidikan, tetapi juga menghadirkan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang mampu menjawab kebutuhan riil desa. Kami berharap pendampingan terhadap desa-desa terbaik dapat melahirkan model pembangunan desa yang inovatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, namun tetap berpijak pada potensi dan kearifan lokal," ujar Noor Farid.

Ia menambahkan, transformasi desa membutuhkan sumber daya manusia yang unggul dan kepemimpinan yang mampu menggerakkan seluruh potensi masyarakat.
"Konsep Desa 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Teknologi menjadi alat untuk mempercepat pelayanan, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Melalui sinergi ini kami optimistis desa-desa di Indonesia mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan."

Menurut Ketua LPPM Universitas Jenderal Soedirman, Prof. Dr. Ir. Elly Tugiyanti, M.P., IPU., ASEAN Eng, program desa harus terus berkelanjutan dan perlu terus mendapat pendampingan.

"Program Desa BRILian tidak berhenti pada pelatihan. Yang paling penting adalah bagaimana pengetahuan tersebut diterapkan melalui pendampingan secara berkelanjutan. Karena itu, Universitas Jenderal Soedirman akan terus hadir mendampingi desa agar berbagai inovasi yang telah disusun benar-benar dapat diimplementasikan dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat," ujar Elly.

Prof. Elly menambahkan, pendampingan berbasis riset menjadi kekuatan utama kolaborasi antara Unsoed dan BRI.
"Kami ingin setiap desa mampu mengembangkan potensi unggulannya masing-masing, memperkuat BUMDes, meningkatkan tata kelola pemerintahan, memanfaatkan digitalisasi, sekaligus membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri dan berdaya saing. Dengan demikian, manfaat Program Desa BRILian akan terus berlanjut dan menjadi fondasi bagi terwujudnya desa-desa yang tangguh, inovatif, dan sejahtera," pungkasnya.

 

Editor : Suryo Sukarno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut