get app
inews
Aa Text
Read Next : Program Peduli Pangan Perkuat Kepedulian Sosial dan Kesejahteraan Masyarakat

Semarang Miliki Ruang Literasi Baru, Hadirkan Tempat Bertemu Ide dan Kreativitas

Sabtu, 25 Juli 2026 | 10:08 WIB
header img
Peresmian toko buku di kawasan Pandanaran Semarang.dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Perkembangan ekosistem literasi dan komunitas kreatif di Kota Semarang kembali mendapat ruang baru. Sebuah ruang literasi dengan konsep yang memadukan kegiatan membaca, menulis, berdiskusi, hingga berjejaring resmi dibuka di kawasan Pandanaran, Kota Semarang.

Hadir dengan mengusung tema "Membaca. Menulis. Bertemu.", ruang tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat memperoleh buku, tetapi juga menjadi wadah pertemuan bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk berbagi gagasan dan karya.

Kehadirannya menjadi bagian dari perkembangan ruang publik berbasis literasi yang kini semakin dibutuhkan di tengah pesatnya aktivitas masyarakat perkotaan. Selain menawarkan suasana yang mendukung aktivitas membaca dan belajar, ruang ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem pendidikan, komunitas, dan kreativitas yang terus tumbuh di Kota Semarang.

Perwakilan penyelenggara, Immaculata Adhista, mengatakan ruang tersebut diharapkan dapat tumbuh bersama masyarakat dan menjadi tempat yang nyaman bagi berbagai kalangan, mulai dari komunitas, keluarga, hingga anak-anak.

"Jalma hadir sebagai ruang untuk membaca, menulis, dan bertemu. Kami berharap Jalma Semarang tumbuh bersama masyarakat, menjadi tempat yang nyaman bagi komunitas, sekaligus ruang bagi anak-anak dan keluarga untuk menikmati waktu bersama melalui buku," ujarnya.

Konsep yang dihadirkan pun cukup beragam dengan menyediakan creative space, co-working space, reading pod, hingga area ramah anak. Tidak hanya itu, pengunjung juga dapat menikmati berbagai karya kreatif dan aktivitas kolaboratif yang diselenggarakan secara berkala.

Dalam rangkaian pembukaannya, digelar diskusi bertajuk "Membaca Kota, Menulis Perjumpaan" yang menghadirkan narasumber dari bidang arsitektur, penerbitan, dan komunitas kreatif. Diskusi tersebut membahas pentingnya kehadiran ruang literasi sebagai bagian dari kehidupan kota yang mampu mendorong lahirnya percakapan, kolaborasi, dan gagasan-gagasan baru.

Antonius Arya dari Smiljan & SPOA Architecture mengatakan, ruang literasi saat ini perlu dirancang secara inklusif agar dapat diakses dan dimanfaatkan oleh berbagai kalangan masyarakat.

Sementara itu, Vice General Manager Penerbit Gramedia, Noni Mira Timotius, menilai pengalaman membaca sejatinya dapat dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu, keberadaan ruang yang ramah bagi anak dinilai penting untuk menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini.

Dari sisi komunitas, Tries Supardi dari Semarang Creative Consortium berharap kehadiran ruang literasi baru tersebut dapat memperkaya ekosistem kreatif di Kota Semarang. Menurutnya, ruang-ruang perjumpaan menjadi elemen penting dalam membangun kolaborasi antarindividu maupun komunitas.

Rangkaian grand opening juga diisi dengan berbagai workshop, aktivitas interaktif, sesi jejaring antarkomunitas, serta penampilan musik yang melibatkan pelaku seni nasional.

Kehadiran ruang literasi di Kota Semarang ini menunjukkan bahwa perpustakaan, toko buku, dan ruang publik kini terus bertransformasi menjadi tempat bertemunya pengetahuan, kreativitas, dan kolaborasi. Di tengah perkembangan era digital, ruang semacam ini diharapkan mampu menjadi jembatan bagi masyarakat untuk terus belajar, bertukar gagasan, dan melahirkan berbagai kemungkinan baru melalui sebuah perjumpaan.

 

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut