Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Di Tengah El Nino, Kolaborasi PGN-BRIN-Pemkab Batang Berhasil Panen 166,5 Ton Padi Biosalin
Advertisement . Scroll to see content

Niat Mandi Berujung Maut, Bocah di Batang Meninggal Tenggelam di Sungai Lojahan

Selasa, 28 Juli 2026 | 19:59 WIB
  • author Suryo Sukarno
Niat Mandi Berujung Maut, Bocah di Batang Meninggal Tenggelam di Sungai Lojahan
Petugas kepolisian bersama warga mengevakuasi bocah 12 tahun yang meninggal dunia usai diduga terbentur batu saat mandi di Sungai Lojahan, Batang. Foto : Tim iNewsPantura.id

Melihat korban tenggelam, teman-temannya panik dan berlari meminta pertolongan kepada Kadri (60), warga Desa Bandar yang saat itu sedang mencari pasir di sekitar lokasi. Kadri kemudian meminta bantuan warga lain, Tutur (40), sebelum kejadian itu dilaporkan ke Polsek Bandar.

Mendapat laporan, Kapolsek Bandar IPTU Bagus Priyo Atmojo, bersama anggotanya langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi. Korban kemudian dibawa ke Puskesmas Bandar I menggunakan kendaraan milik warga. Namun setelah diperiksa petugas medis, korban dinyatakan meninggal dunia.

Kapolsek Bandar IPTU Bagus Priyo Atmojo mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sungai, terutama di lokasi yang belum diketahui kondisi medan dan kedalamannya.

"Kami mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anaknya saat bermain, terutama di sungai atau tempat wisata air. Jangan biarkan anak-anak mandi di lokasi yang belum diketahui kedalaman maupun kondisi dasar sungainya karena sangat berbahaya," ujar IPTU Bagus Priyo Atmojo.

Ia menambahkan, pihak kepolisian bersama warga telah bergerak cepat melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

"Begitu menerima informasi, kami langsung mendatangi lokasi dan mengevakuasi korban ke Puskesmas Bandar I. Kami turut berduka cita atas musibah ini dan berharap kejadian serupa tidak terulang kembali," katanya.

Sementara itu, salah seorang saksi, Dimas (20), warga Desa Binangun, mengatakan lokasi tempat korban melompat memang memiliki batu besar di dasar sungai yang tidak terlihat dari permukaan air.

"Kemungkinan korban tidak hafal medan. Saat melompat, kepalanya terbentur batu di dasar sungai sehingga pingsan dan tidak sempat muncul lagi ke permukaan," ujar Dimas.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai. Selain memperhatikan kondisi arus, warga juga diminta memastikan kedalaman dan kontur dasar sungai sebelum berenang atau melompat ke air untuk menghindari kecelakaan yang dapat berakibat fatal.

Editor: Suryo Sukarno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut