get app
inews
Aa Text
Read Next : KPK Bawa Tujuh Terperiksa ke Jakarta, DPRD Pemalang Prihatin OTT Kembali Terulang

Kemetul Bidik Pasar Premium Lewat Beras Sehat, Produktivitas Padi Tembus 9 Ton per Hektare

Rabu, 29 Juli 2026 | 15:13 WIB
header img
bers sehat dari warga di Kabupaten Semarang. dokumen

KABUPATEN SEMARANG,iNewsPantura.id – Desa Kemetul, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, mulai membidik pasar premium melalui pengembangan beras sehat berbasis budidaya padi semi organik. Selain meningkatkan kualitas hasil panen, program ini juga terbukti mampu mendongkrak produktivitas hingga lebih dari 9 ton per hektare.

Kepala Desa Kemetul Agus Sudibyo mengatakan, pengembangan padi semi organik dilakukan melalui dem area seluas 10 hektare yang melibatkan 21 petani anggota Gapoktan Sido Mulyo. Program tersebut telah berjalan hampir tiga tahun sebagai langkah menuju produksi beras sehat.

"Ini masih semi organik menuju beras sehat. Dem area kami seluas 10 hektare dengan keterlibatan sekitar 21 petani," ujar Agus.

Menurutnya, produktivitas padi terus mengalami peningkatan. Pada awal program, hasil panen rata-rata mencapai 6,7 ton per hektare. Kini, berdasarkan hasil pengubinan Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas terbaik mencapai 9 ton 24 kilogram per hektare, sedangkan hasil terendah sekitar 8,2 ton per hektare.

Agus menilai peningkatan hasil panen harus diikuti dengan peningkatan nilai ekonomi bagi petani. Karena itu, pihaknya mendorong hasil pertanian tidak lagi dijual dalam bentuk gabah, melainkan menjadi beras siap konsumsi.

"Kami berharap hasil pertanian Desa Kemetul tidak hanya keluar dalam bentuk gabah, tetapi sudah menjadi beras sehingga nilai tambahnya bisa dinikmati petani," katanya.

Saat ini, beras semi organik Kemetul mulai menyasar konsumen menengah ke atas di Kota Semarang dan Salatiga. Harga jualnya mencapai sekitar Rp20.000 per kilogram, jauh lebih tinggi dibanding beras biasa.

Namun demikian, pemasaran masih dilakukan secara terbatas melalui jaringan pribadi dan relasi. Ke depan, pemerintah desa berharap dukungan berbagai pihak untuk memperluas akses pasar.

Selain mengembangkan pertanian semi organik, Desa Kemetul juga menerapkan konsep zero waste dengan mengolah limbah tahu menjadi produk bernilai ekonomi, seperti pupuk organik cair (POC), biofit, kecap, hingga pelet pakan ternak dari ampas tahu.

Agus menjelaskan, pupuk organik cair yang dikembangkan telah melalui uji mutu dan uji efektivitas. Saat ini, produk tersebut masih dalam proses pengurusan perizinan sebelum dipasarkan secara luas.

Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha menilai pertanian semi organik terbukti mampu meningkatkan produktivitas petani. Pemerintah Kabupaten Semarang juga terus mendorong penerapan teknologi pertanian modern guna menekan biaya produksi sekaligus menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut