Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kendal Open Sepatu Roda 2026, Ajang Lahirkan Atlet Sejak Dini
Advertisement . Scroll to see content

Bekali Warga Binaan Rutan Salatiga dengan Keterampilan Tas Rajut untuk Usaha Mandiri

Jum'at, 31 Juli 2026 | 17:33 WIB
  • author Lurisa Lulu
Bekali Warga Binaan Rutan Salatiga dengan Keterampilan Tas Rajut untuk Usaha Mandiri
WBP serius mengikuti pelatihan membuat tas rajut yang diajarkan di dalam Rutan.  Dokumen

SALATIGA,iNewsPantura.id – Sebanyak 20 warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Salatiga mendapatkan pelatihan pembuatan tas rajut dan mute sebagai bekal keterampilan untuk membangun usaha mandiri setelah bebas.

Pelatihan berbasis ekonomi kreatif yang digelar pada Jumat (31/7/2026) tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Rutan Salatiga dan PT Arta Jayendra Perkasa sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian warga binaan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemasyarakatan dalam menyiapkan warga binaan agar memiliki kemampuan kerja yang produktif dan mampu beradaptasi ketika kembali ke tengah masyarakat. Selain memberikan keterampilan baru, pelatihan juga diharapkan dapat mengurangi risiko warga binaan kembali melakukan tindak pidana setelah menjalani masa pidana.

Selama pelatihan berlangsung, para peserta mendapatkan materi mengenai teknik dasar merajut, pengenalan berbagai jenis bahan yang digunakan, hingga praktik pembuatan tas yang memiliki nilai ekonomis dan berpeluang dipasarkan.

Melalui pembelajaran yang diberikan, warga binaan tidak hanya diajak untuk memahami proses pembuatan produk kerajinan tangan, tetapi juga diperkenalkan pada potensi pengembangan usaha di sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Kepala Rutan Kelas IIB Salatiga, Anda Tuning Supiluhu, mengatakan pembinaan keterampilan menjadi salah satu bentuk komitmen pemasyarakatan dalam memberikan bekal yang bermanfaat bagi warga binaan. Menurutnya, masa pidana yang dijalani tidak seharusnya menjadi penghalang bagi seseorang untuk memiliki kesempatan memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas.

"Kami ingin warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat menjadi sumber penghasilan. Harapannya, setelah bebas mereka mampu mandiri, membuka usaha, dan menjalani kehidupan yang lebih baik," ujarnya.

Ia menjelaskan, program pembinaan kemandirian memiliki peran penting dalam proses reintegrasi sosial warga binaan. Dengan memiliki keterampilan yang aplikatif dan memiliki nilai jual, warga binaan diharapkan lebih siap menghadapi tantangan ketika kembali ke lingkungan masyarakat.

Tidak hanya itu, pembekalan keterampilan juga menjadi bagian dari upaya membangun rasa percaya diri warga binaan untuk memulai kehidupan baru secara produktif dan bertanggung jawab. Kesempatan memperoleh pelatihan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai modal untuk membuka usaha maupun bekerja di bidang yang sesuai dengan keterampilan yang dimiliki.

Antusiasme peserta terlihat selama mengikuti pelatihan. Salah seorang warga binaan, Rizky, mengaku mendapatkan pengalaman baru yang sebelumnya tidak pernah ia miliki. Ia berharap keterampilan yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk merintis usaha setelah menyelesaikan masa pidananya.

"Awalnya saya tidak bisa merajut. Sekarang saya mulai memahami teknik dasarnya. Semoga keterampilan ini bisa menjadi bekal mencari penghasilan yang halal setelah saya bebas," katanya.

Bagi Rizky dan peserta lainnya, pelatihan tersebut tidak hanya menghadirkan pengetahuan baru, tetapi juga memberikan harapan untuk menata masa depan yang lebih baik. Kemampuan membuat produk kerajinan tangan dinilai memiliki peluang yang cukup besar untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan dengan modal yang relatif terjangkau.

Pelatihan pembuatan tas rajut dan mute juga menunjukkan bahwa pembinaan warga binaan tidak hanya berfokus pada aspek pembentukan sikap dan kedisiplinan, tetapi turut diarahkan pada penguatan keterampilan kerja yang sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat dan peluang pasar.

Melalui kolaborasi dengan dunia usaha, Rutan Salatiga terus memperkuat program pembinaan yang berorientasi pada pemberdayaan. Sinergi tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak ruang bagi warga binaan untuk memperoleh pelatihan yang relevan dan memiliki manfaat jangka panjang.

Dengan semakin banyak warga binaan yang memiliki bekal keterampilan, diharapkan proses reintegrasi sosial dapat berjalan lebih baik. Mereka tidak hanya siap kembali ke masyarakat, tetapi juga memiliki peluang untuk berkontribusi secara produktif melalui sektor ekonomi kreatif serta menjalani kehidupan yang lebih mandiri dan sejahtera setelah bebas.

 

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut