get app
inews
Aa Text
Read Next : Delegasi Budaya Nusantara dan Mancanegara Bertemu di UKSW, Perkuat Persaudaraan Global

Gandeng China Sinology Center, Siapkan Pusat Bahasa Mandarin dan Perluas Kolaborasi Internasional

Minggu, 02 Agustus 2026 | 17:16 WIB
header img
Rektor UKSW dan Ketua China Sinology Center menandatangai kerja sama. Dokumen

SALATIGA,iNewsPantura.id – Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) kembali memperkuat langkah internasionalisasinya. Kampus yang dikenal sebagai "Indonesia Mini" ini menggandeng China Sinology Center untuk membangun Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin.

Sebuah inisiatif yang tidak hanya menghadirkan pembelajaran bahasa, tetapi juga membuka jalan bagi kerja sama di bidang riset, teknologi, kesehatan, bisnis, hingga pertukaran budaya.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari strategi UKSW dalam meningkatkan daya saing lulusan di tingkat global sekaligus memperluas jejaring akademik dengan berbagai institusi di Tiongkok.

Penjajakan kerja sama dipimpin langsung Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy serta Wakil Rektor Bidang Pengajaran, Akademik, dan Kemahasiswaan Prof. Ferdy S. Rondonuwu. Pertemuan juga dihadiri Ketua China Sinology Center Prof. Zhang Jian, Board of Governors Southern University College Prof. Azman Ching, dan Dr. Hao.

Rektor UKSW Prof. Intiyas Utami mengatakan pendirian Pusat Bahasa dan Budaya Mandarin merupakan langkah awal untuk menghadirkan kolaborasi yang lebih luas antara UKSW dan berbagai institusi di Tiongkok.

Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya berorientasi pada pengajaran bahasa asing, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi lintas disiplin yang memberikan manfaat nyata bagi sivitas akademika maupun masyarakat.

"Kerja sama ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran Bahasa Mandarin, tetapi juga membuka peluang kolaborasi di bidang bisnis, kewirausahaan, pengembangan rumah sakit pendidikan, hingga penguatan hubungan akademik Indonesia dan Tiongkok," kata Intiyas.

Selain memperkuat kemampuan bahasa asing mahasiswa, pusat pembelajaran tersebut juga diharapkan menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan budaya yang mampu mempererat hubungan akademik kedua negara.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Kealumnian UKSW, Prof. Yafet Yosafet Wilben Rissy, mengungkapkan kedua belah pihak telah menyepakati pembentukan joint committee untuk mempercepat implementasi berbagai program yang telah dirancang.

Pada tahap awal, tim bersama akan membentuk satuan tugas yang bertanggung jawab menyiapkan kurikulum, tenaga pengajar, hingga sarana pendukung pembelajaran.

Rencananya, mata kuliah elektif Bahasa Mandarin akan mulai ditawarkan kepada seluruh mahasiswa UKSW pada semester genap yang dimulai pada Januari 2026.

Tak hanya fokus pada penguasaan bahasa, ruang lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan Traditional Chinese Medicine (TCM), riset kolaboratif, penyusunan buku berbahasa Mandarin yang mengangkat kekayaan budaya Indonesia, hingga program pelatihan bagi guru Bahasa Mandarin.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghasilkan berbagai inovasi akademik yang berdampak luas, sekaligus membuka lebih banyak peluang pertukaran dosen, mahasiswa, dan hasil penelitian di masa mendatang.

Melalui kemitraan dengan China Sinology Center, UKSW menegaskan komitmennya menjadi perguruan tinggi yang semakin terbuka terhadap kolaborasi global. Penguatan jejaring internasional ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kompetensi lintas budaya, kemampuan berbahasa asing, dan kesiapan menghadapi persaingan di tingkat internasional.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut