Dari Lapangan Desa, Lebakbarang Mulai Menyemai Bibit Atlet Voli Kabupaten Pekalongan
PEKALONGAN, iNewsPantura.id – Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Bukan hanya dengan perayaan, masyarakat mengisinya melalui kompetisi olahraga yang diharapkan melahirkan bibit-bibit atlet baru.
Sebanyak 10 tim bola voli ambil bagian dalam Turnamen Bola Voli Sahabat NKRI Cup 2026 yang digelar di Lapangan Bola Voli Desa Lebakbarang, Kecamatan Lebakbarang, Minggu (9/8/2026).
Turnamen berformat semi open ini bukan sekadar ajang adu kemampuan di lapangan. Kompetisi tersebut menjadi ruang silaturahmi warga sekaligus wadah bagi atlet lokal untuk mengasah kemampuan, mental bertanding, dan sportivitas.
Pertandingan turut dihadiri Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi, jajaran Forkopimcam Lebakbarang, Pengurus KONI Kabupaten Pekalongan, tokoh masyarakat, pemuda, atlet, serta pecinta bola voli.
Tak Ingin Sekadar Turnamen Tahunan
Ketua Panitia Sahabat NKRI Cup 2026, Rohadi, mengatakan turnamen lahir dari kolaborasi pemuda, atlet, tokoh masyarakat, dan berbagai unsur di Kecamatan Lebakbarang.
Menurutnya, kompetisi semacam ini penting untuk membuka ruang bagi atlet muda agar lebih sering bertanding sekaligus melihat sejauh mana kemampuan mereka.
“Kegiatan ini merupakan kerja sama pemuda, atlet seluruh Kecamatan Lebakbarang, tokoh masyarakat dan para pemimpin daerah. Harapannya, melalui kegiatan seperti ini potensi bola voli di Lebakbarang dapat terus berkembang,” ujar Rohadi.
Ia berharap Sahabat NKRI Cup tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Kompetisi serupa diharapkan dapat digelar secara berkelanjutan sehingga proses pembinaan atlet dari tingkat desa hingga kecamatan bisa berjalan lebih maksimal.
Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf. Muhammad Nurul Chabibi mengapresiasi semangat masyarakat Lebakbarang yang mampu menggelar turnamen bola voli meski berada di wilayah dengan berbagai keterbatasan.
Menurutnya, penyelenggaraan kompetisi tersebut dapat menjadi contoh bagi wilayah lain untuk mengembangkan olahraga berbasis masyarakat.
“Di sini banyak sekali keterbatasan, tetapi bisa menyelenggarakan event bola voli. Ini menjadi hal yang bisa dicontoh kecamatan lainnya,” ungkapnya.
Dandim menilai potensi olahraga di Lebakbarang cukup besar. Hampir setiap desa memiliki lapangan bola voli yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan atlet.
Karena itu, ia mendorong kompetisi tidak hanya digelar saat momentum tertentu. Pertandingan antardukuh maupun antardesa, menurutnya, dapat dilaksanakan secara rutin.
“Kalau bisa jangan hanya setahun sekali, tetapi tiga bulan sekali. Sehingga nantinya akan tercipta bibit-bibit atlet dari Lebakbarang,” katanya.
Namun, ia mengingatkan agar ambisi meraih kemenangan tidak mengalahkan nilai persaudaraan.
“Pesan saya, harap sportif, ikuti wasit, jangan sampai bersinggungan. Mulai dari desa, olahraga kita jadikan sebagai sarana silaturahmi,” tegasnya.
Sekretaris KONI Kabupaten Pekalongan, Holmes, juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kompetisi di tingkat kecamatan.
" Semakin banyak pertandingan yang diikuti atlet muda, semakin besar pula kesempatan mereka untuk meningkatkan kemampuan, pengalaman, mental bertanding, dan sportivitas, " jelas Holmes.
Kompetisi di tingkat desa dan kecamatan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pembinaan olahraga yang berkelanjutan.
Dari turnamen-turnamen lokal inilah, bibit potensial diharapkan dapat ditemukan dan kemudian dibina untuk membawa nama Kecamatan Lebakbarang maupun Kabupaten Pekalongan di kompetisi yang lebih tinggi.
Editor : Suryo Sukarno