Tak Ada Alasan untuk Tidak Sekolah! 25 PKBM Surya Muhammadiyah Hadir di Banyumas
PURWOKERTO, iNewsPantura.id – Tidak punya biaya, mengalami keterbatasan fisik, mental maupun intelektual, atau pernah putus sekolah bukan alasan untuk berhenti meraih masa depan.
Pesan tegas itu digaungkan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas saat meluncurkan 25 Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Surya Muhammadiyah yang tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas.
Peluncuran sekaligus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) PKBM Surya Muhammadiyah digelar di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Minggu (9/8/2026).
Program tersebut menjadi langkah konkret Muhammadiyah memperluas akses pendidikan nonformal, terutama bagi masyarakat yang selama ini menghadapi berbagai hambatan untuk mendapatkan pendidikan.
Tak hanya ditujukan bagi anak yang putus sekolah, PKBM Surya Muhammadiyah juga memberikan ruang bagi penyandang disabilitas, termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik, mental, maupun intelektual.
25 PKBM Menyebar, Pendidikan Tak Boleh Berhenti.
Ketua PDM Banyumas, Drs. M. Djohar, M.Pd., mengatakan keberadaan 25 PKBM tersebut merupakan bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk memastikan hak pendidikan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
Menurutnya, PKBM bukan sekadar tempat memperoleh pendidikan kesetaraan. Lebih dari itu, PKBM diharapkan menjadi pintu kedua bagi mereka yang pernah kehilangan kesempatan bersekolah.
PDM Banyumas juga menggandeng berbagai pihak dan komunitas inklusif agar penyandang disabilitas tidak terpinggirkan dari dunia pendidikan.
“Murid PKBM Surya Muhammadiyah harus semangat, rajin belajar supaya hebat. Kita manfaatkan seluruh aset Muhammadiyah, mulai dari sekolah, rumah sakit, hingga panti asuhan untuk mendukung pendidikan ini. Intinya, tidak ada alasan untuk tidak sekolah!” tegas Djohar.
Pemerintah dan Muhammadiyah Bersinergi Tekan Anak Tidak Sekolah
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Bintang Romadhon, mengapresiasi langkah PDM Banyumas tersebut.
Ia menilai gerakan pendidikan Muhammadiyah memiliki sejarah panjang dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kehadiran PKBM Surya Muhammadiyah dinilai menjadi bentuk nyata kolaborasi masyarakat dan pemerintah dalam menangani persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS).
“Akses pendidikan kesetaraan yang inklusif seperti ini sangat krusial agar tidak ada lagi generasi muda yang tertinggal dalam meraih masa depan mereka,” ujarnya.
Apresiasi serupa disampaikan Bupati Banyumas, Drs. H. Sadewo Tri Lastiono, M.M.
Menurut Sadewo, persoalan pendidikan tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Kolaborasi dengan organisasi masyarakat, termasuk Muhammadiyah, dibutuhkan untuk menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Banyumas.
“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama. Kami pastikan pemerintah daerah akan terus bersinergi agar seluruh warga Banyumas, tanpa terkecuali, mendapatkan hak pendidikannya,” kata Sadewo.
Penyandang Disabilitas Ikut Disematkan Tanda Peserta
Peluncuran 25 PKBM Surya Muhammadiyah ditandai dengan penyematan tanda peserta MPLS secara simbolis kepada sejumlah peserta didik.
Salah satu yang mendapat perhatian adalah keterlibatan perwakilan peserta didik penyandang disabilitas.
Momentum tersebut menegaskan bahwa pendidikan tidak boleh hanya menjadi hak mereka yang memiliki fasilitas dan kesempatan lebih baik.
Melalui 25 PKBM yang kini tersebar di Banyumas, Muhammadiyah berupaya membuka lebih banyak pintu bagi anak putus sekolah untuk kembali belajar, sekaligus memberikan ruang pendidikan yang setara bagi penyandang disabilitas.
Gerakan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama mewujudkan pendidikan di Banyumas yang semakin inklusif, merata, dan berkemajuan.
Editor : Suryo Sukarno