Tekan Stunting dan Hipertensi, Bupati Gunungkidul Dorong Warga Perkuat Pola Hidup Sehat
GUNUNGKIDUL, iNewsPantura.id – Persoalan kesehatan masyarakat masih menjadi pekerjaan rumah di Kabupaten Gunungkidul. Prevalensi hipertensi bahkan disebut mencapai 39,25 persen, tertinggi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Di sisi lain, angka stunting di Kapanewon Nglipar juga masih berada di kisaran 20 persen.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, saat meresmikan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sendowo Kidul di Kalurahan Kedungkeris, Kapanewon Nglipar, Senin (10/8/2026).
Peresmian Poskesdes sekaligus menjadi bagian dari peluncuran Kampanye Penggerakan Masyarakat untuk mendorong peningkatan perilaku hidup sehat di Kabupaten Gunungkidul tahun 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah kepala perangkat daerah, tokoh masyarakat, kader kesehatan hingga kelompok lansia.
Dekatkan Pelayanan Kesehatan ke Warga
Keberadaan Poskesdes Sendowo Kidul diharapkan mampu memperpendek akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan dasar.
Warga Sendowo Kidul dan wilayah sekitarnya nantinya tidak harus selalu mendatangi Puskesmas Nglipar 1 untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.
Bangunan Poskesdes tersebut sebelumnya merupakan hibah dari program Habitat dengan dukungan donatur Herbal Family Foundation pada 2024. Bangunan kemudian dikembangkan menjadi Poskesdes melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul.
Lurah Kedungkeris, Rusdi Martono, mengatakan keberadaan Poskesdes diharapkan turut mengurangi kepadatan antrean pelayanan di Puskesmas Nglipar 1.
Ke depan, pelayanan di Poskesdes diharapkan dapat dikembangkan, termasuk konsultasi dengan dokter dan penerbitan surat keterangan medis.
Halte Sedekah hingga Taman Gizi
Dalam kegiatan tersebut, Bupati Gunungkidul juga meresmikan inovasi sosial Halte Sedekah yang digagas TP PKK Kalurahan Kedungkeres.
Mengusung slogan "Beri Semampunya, Ambil Secukupnya", program tersebut diharapkan menumbuhkan kepedulian sekaligus memperkuat budaya berbagi di tengah masyarakat.
Sementara untuk mendukung pemenuhan pangan dan gizi keluarga, pemerintah meluncurkan Taman Gizi.
Program yang melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Pertanian dan Pangan tersebut memberikan stimulan berupa bibit ikan lele yang dibudidayakan dalam galon serta berbagai bibit sayuran kepada kader Posyandu dan Kelompok Wanita Tani (KWT).
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu mencegah stunting sejak tingkat rumah tangga.
Hipertensi Gunungkidul Capai 39,25 Persen
Dalam sambutannya, Endah menyoroti tingginya sejumlah persoalan kesehatan masyarakat di Gunungkidul.
Ia menyebut prevalensi hipertensi di Gunungkidul mencapai 39,25 persen dan menjadi yang tertinggi di DIY.
Sementara itu, prevalensi stunting di Kapanewon Nglipar masih berada di kisaran 20 persen.
Menurut Endah, pencegahan stunting tidak bisa dilakukan setelah anak lahir. Upaya tersebut harus dimulai sejak masa kehamilan dengan memastikan ibu mendapatkan asupan gizi yang cukup.
"Stunting bukan hanya soal tinggi badan, tetapi juga berkaitan dengan kecerdasan. Penanganannya harus dimulai sejak kehamilan dengan pemenuhan protein, vitamin, dan mineral yang cukup," ujar Endah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan stunting, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Gunungkidul turut menyerahkan bantuan paket pangan dengan menu khusus kepada 55 ibu hamil berisiko tinggi.
PHBS Baru 33 Persen
Selain hipertensi dan stunting, Bupati juga menyoroti masih rendahnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di masyarakat.
Menurut Endah, penerapan PHBS di Gunungkidul saat ini baru berada di kisaran 33 persen.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kesadaran menjaga kebersihan lingkungan, terutama sanitasi kamar mandi dan pengelolaan sampah rumah tangga.
Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak.
Kampanye hidup sehat tersebut juga melibatkan kelompok lanjut usia. Puluhan lansia yang tergabung dalam LKS Raharja turut hadir sebagai bagian dari gerakan untuk mendorong kelompok lansia tetap aktif, sehat, dan bahagia.
Poskesdes Akan Didukung WiFi dan Infrastruktur
Dalam kegiatan tersebut, warga turut menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk menunjang pelayanan Poskesdes Sendowo Kidul.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati menyatakan akan mendorong pemasangan jaringan WiFi serta peningkatan kondisi infrastruktur jalan di sekitar Poskesdes.
Dukungan tersebut diharapkan semakin menunjang pelayanan kesehatan sekaligus memudahkan masyarakat Kedungkeris dan sekitarnya mendapatkan akses fasilitas kesehatan.
Peresmian Poskesdes Sendowo Kidul pun diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan kesehatan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih bersih, sehat, dan aktif.
Editor : Suryo Sukarno