Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki, Lima Rumah Dipastikan Rusak Berat
KENDAL,iNewsPantura.id – Aparat kepolisian bersama pemerintah desa dan instansi terkait masih melakukan pendataan pascakebakaran yang melanda permukiman warga di Dukuh Dungsari, Desa Kedungasri, Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal. Dari hasil pendataan sementara, lima rumah dipastikan mengalami kerusakan berat, sementara dua rumah lainnya terdampak.
Kapolsek Gemuh, Iptu Zarkoni, mengatakan proses pendataan dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan setiap bangunan sekaligus menghitung kerugian material yang dialami para korban.
Berdasarkan data sementara, rumah milik Faizin, Wafi alias Bapi, Komsiyah, dan Rohmad Paimin mengalami kerusakan total atau 100 persen. Sementara rumah milik Sukirno, yang diduga menjadi titik awal kebakaran, mengalami kerusakan sekitar 90 persen.
Selain lima rumah tersebut, dua rumah lain juga mengalami kerusakan akibat jilatan api. Rumah milik Thamrin mengalami kerusakan sekitar 40 persen, sedangkan rumah milik Maher mengalami kerusakan sekitar 10 persen.
"Pendataan masih terus dilakukan. Untuk sementara terdapat lima rumah rusak berat dan dua rumah terdampak. Nilai kerugian material juga masih dihitung," kata Iptu Zarkoni.
Petugas juga masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik setelah warga melaporkan adanya lampu yang meledak sebelum kobaran api membesar. Saat kejadian, pemilik rumah yang diduga menjadi sumber api diketahui sedang berada di sawah sehingga rumah dalam keadaan kosong.
Api kemudian dengan cepat menjalar ke rumah-rumah di sekitarnya karena kondisi permukiman yang padat serta tiupan angin yang cukup kencang. Warga bersama petugas sempat berupaya memadamkan api sebelum bantuan mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Akibat kebakaran tersebut, sebagian besar bangunan beserta isi rumah tidak dapat diselamatkan. Perabotan, peralatan elektronik, dokumen penting, hingga kebutuhan sehari-hari milik para korban ikut hangus terbakar.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran ini menyebabkan lima keluarga kehilangan tempat tinggal. Mereka kini mengandalkan bantuan dari keluarga, tetangga, maupun pemerintah sembari menunggu penanganan lebih lanjut.
Iptu Zarkoni menegaskan proses penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab kebakaran. Sementara itu, pendataan kerusakan dan kerugian material juga terus diperbarui sebagai dasar penyaluran bantuan kepada para korban.
"Penyebab pasti kebakaran belum dapat disimpulkan karena masih dalam penyelidikan. Begitu juga dengan total kerugian yang masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait," pungkasnya.
Editor : Eddie Prayitno