get app
inews
Aa Text
Read Next : Banjir Picu Inflasi Pangan: Jateng Gencar Revitalisasi Sawah dan Irigasi di Demak-Grobogan

Dari Lahan Mati Jadi Mesin Ekonomi, Revola Jateng Dimulai di Banjarnegara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:01 WIB
header img
Peluncuran Optimalisasi Lahan Integrated Smart Farming atau Revola Jateng Optimis. dokumen

BANJARNEGARA, iNewsPantura.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meluncurkan program Revolusi Lahan Jawa Tengah Melalui Optimalisasi Lahan Integrated Smart Farming (Revola Jateng Optimis) di Desa Susukan, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara.

Peluncuran dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama Bupati Banjarnegara Amalia Desiana. Banjarnegara dipilih sebagai lokasi pilot project pertama program tersebut di Jawa Tengah.

Program ini mengubah lahan seluas 10 hektare yang sebelumnya terbengkalai dan menjadi lahan tidur selama lebih dari 12 tahun menjadi kawasan pertanian produktif dan terintegrasi.

Di kawasan tersebut dikembangkan berbagai komoditas, mulai dari kopi, alpukat, cabai, pisang, padi dan jagung. Selain itu, terdapat peternakan ayam petelur, kambing dan domba serta budidaya perikanan.

Pengelolaan kawasan menerapkan konsep integrated smart farming dengan dukungan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Sistem ini juga menerapkan konsep ekonomi sirkular, dengan limbah tanaman dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan kotoran ternak diolah menjadi pupuk organik.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, program Revola Jateng Optimis tidak hanya bertujuan menghidupkan lahan tidur, tetapi juga meningkatkan pendapatan dan produktivitas masyarakat.

Program tersebut sekaligus menjadi salah satu upaya pemerintah dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem melalui kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, perbankan, swasta dan masyarakat.

Kawasan ini diproyeksikan memberikan manfaat ekonomi bagi 625 kepala keluarga (KK) warga kurang mampu di Desa Susukan. Jika seluruh sistem berjalan optimal, potensi pendapatan kawasan diperkirakan mencapai Rp1,95 miliar per bulan.

Bupati Banjarnegara Amalia Desiana menyambut baik terpilihnya Banjarnegara sebagai lokasi percontohan. Pemkab berharap program tersebut mampu meningkatkan perekonomian masyarakat dan selanjutnya dikembangkan menjadi kawasan agrowisata terpadu di Wanayasa.

Peluncuran Revola Jateng Optimis ditandai dengan penempelan telapak tangan Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Banjarnegara pada layar LED. Kegiatan dilanjutkan penandatanganan kerja sama dengan dunia pendidikan dan BUMDes serta peninjauan langsung kawasan integrated smart farming.

Editor : Eddie Prayitno

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut