Petani 68 Tahun Hilang di Hutan Pathuk Sleman, SAR Kerahkan Drone Thermal
SLEMAN, iNewsPantura.id – Seorang petani lanjut usia, Gito Sehono Giman (68), dilaporkan hilang saat mencari rumput di kawasan Hutan Pathuk Tritis, Padukuhan Ngandong, Kalurahan Girikerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Gito diketahui berangkat mencari rumput pada Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 06.00 WIB bersama dua rekannya. Setibanya di kawasan Pathuk, ketiganya berpencar untuk mencari rumput.
Dua rekan korban kemudian kembali ke kampung sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, hingga sekitar pukul 10.00 WIB, Gito belum juga pulang ke rumah.
Keluarga yang mengetahui korban belum kembali kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada warga Tritis. Laporan itu selanjutnya ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan.
Dalam keterangan resmi Posko Operasi SAR Gabungan, Memasuki hari kedua pencarian, petugas membagi wilayah operasi menjadi lima area pencarian. Pembagian tersebut dilakukan untuk memperluas dan memaksimalkan penyisiran di kawasan hutan.
Search Area 1 berada dari lokasi kejadian perkara (LKP) menuju arah barat hingga Kali Krasak. Sementara Search Area 2 berada di sebelah timur LKP yang memiliki sejumlah sungai musiman.
"Search Area 3 berada di selatan LKP dengan kontur sedikit landai dan vegetasi rapat. Search Area 4 juga berada di selatan LKP dengan banyak sungai musiman serta tebing yang curam," ungkap Humas Basarnas Yogyakarta,Pipit Eriyanto.
Selain melakukan pencarian secara langsung, SRU 5 dikerahkan menggunakan drone thermal dari arah Benteng Celeng. Penggunaan drone thermal dilakukan untuk membantu memantau area pencarian dari udara.
Kondisi cuaca di lokasi pencarian dilaporkan cerah. Tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sejumlah area yang telah ditentukan.
Hingga kini, Gito Sehono Giman masih dalam pencarian. Petugas juga terus memperhatikan kondisi medan yang cukup menantang, mulai dari vegetasi rapat, sungai musiman hingga tebing curam.
Tim SAR gabungan berharap korban segera ditemukan sehingga dapat dievakuasi dan diserahkan kepada pihak kekeluarga.
Editor : Suryo Sukarno