Karnaval Budaya Kendal HUT RI ke 81 Bikin Weleri Lautan Manusia
KENDAL,iNewsPantura.id – Weleri mendadak menjadi lautan manusia, Sabtu (22/8/2026) siang. Ribuan warga memadati sepanjang jalur Desa Sambongsari hingga pertigaan Jalan Sukorejo untuk menyaksikan Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Kabupaten Kendal.
Antusiasme masyarakat terlihat sejak rombongan peserta mulai melintas. Warga memenuhi sisi kanan dan kiri jalan, sementara sebagian lainnya memilih berdiri di lokasi yang dianggap strategis agar bisa melihat langsung setiap penampilan.
Kemeriahan semakin terasa ketika puluhan kontingen menampilkan berbagai atraksi di sepanjang rute. Aneka kostum, dekorasi, seni tradisional, budaya daerah, hingga kreasi masyarakat disuguhkan bergantian.
Suasana semakin semarak dengan iringan musik dan penampilan drumband. Sorak-sorai warga pecah setiap kali kontingen dengan penampilan unik melintas di hadapan mereka.
Tahun ini, sebanyak 30 kontingen ambil bagian dalam karnaval. Sebanyak 20 kontingen merupakan perwakilan kecamatan, sementara kontingen lainnya berasal dari organisasi masyarakat dan komunitas seni lokal Kendal.
Panitia juga menghadirkan drumband Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang Gema Perwira Samodera (GPS). Penampilan tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuat perhatian penonton semakin tertuju pada iring-iringan karnaval.
Sekda Kendal Agus Dwi Lestari mengatakan, kehadiran berbagai kontingen menjadi bagian dari upaya menyemarakkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Selain menampilkan berbagai seni dan budaya lokal, kehadiran PIP GPS akan lebih menyemarakkan karnaval tahun ini,” kata Agus.
Bukan hanya masyarakat yang larut dalam kemeriahan. Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari bersama Wakil Bupati Benny Karnadi, jajaran Forkopimda dan sejumlah kepala OPD juga ikut bergabung dalam rombongan.
Mereka memilih menaiki odong-odong dan menyusuri jalur karnaval bersama peserta. Pemandangan tersebut membuat suasana semakin meriah sekaligus menunjukkan kedekatan jajaran pemerintah dengan masyarakat.
Bupati Dyah mengatakan, karnaval memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertunjukan hiburan. Kegiatan tersebut menjadi bentuk penghargaan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus ruang untuk memperkuat kebersamaan masyarakat.
“Karnaval ini tentunya bukan hanya sebagai hiburan, tetapi sebagai bentuk penghargaan kepada para pahlawan kemerdekaan Republik Indonesia,” ujarnya.
Menurut Dyah, karnaval juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat. Ribuan warga yang hadir menjadi peluang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan berbagai produk, terutama kuliner lokal.
“Kegiatan karnaval ini sekaligus sebagai sarana hiburan, promosi kuliner, pemberdayaan UMKM dan melestarikan seni budaya,” katanya.
Kemeriahan karnaval juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati beragam kekayaan seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Kendal. Setiap kontingen membawa ciri khas dan kreativitas masing-masing sehingga membuat sepanjang jalur karnaval dipenuhi warna-warni pertunjukan.
Dyah berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi mampu memperkuat silaturahmi, gotong royong dan rasa bangga terhadap budaya daerah.
Dengan ribuan warga yang tumplek blek di sepanjang jalan, Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Weleri menjadi salah satu perayaan yang menghadirkan suasana berbeda. Jalan raya berubah menjadi panggung budaya, sementara masyarakat menjadi bagian langsung dari kemeriahan pesta rakyat tersebut.
Editor : Eddie Prayitno