DAS Bodri Dihijaukan, Kendal Kejar Ketahanan Air
KENDAL,iNewsPantura.id – Persoalan lingkungan dan kebutuhan air menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kendal. Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bodri seluas sekitar 650 hektare diharapkan tidak hanya mengembalikan fungsi ekologis kawasan, tetapi juga memperkuat ketahanan air di tengah pesatnya perkembangan wilayah industri.
Sebanyak 260 ribu pohon disiapkan untuk menghijaukan kawasan tersebut. Penanaman perdana dilakukan di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Senin (7/9/2026), dengan cakupan blok Wonosari, Sukodadi, Singorojo, dan Kaliputih.
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, penghijauan harus dipandang sebagai investasi jangka panjang. Keberadaan tutupan vegetasi menjadi salah satu kunci menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus mengurangi ancaman bencana.
“Penanaman pohon ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan investasi untuk kita bersama di masa depan dan warisan berharga bagi generasi yang akan datang,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi geografis Kendal membuat upaya menjaga kawasan hulu menjadi semakin penting. Wilayah pesisir menghadapi persoalan rob, dataran rendah memiliki ancaman banjir, sedangkan kawasan perbukitan berpotensi mengalami longsor.
Penguatan fungsi DAS, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan resapan air, mencegah erosi, menjaga ketersediaan air tanah, sekaligus mengurangi limpasan air dari kawasan hulu menuju wilayah bawah.
Di sisi lain, kebutuhan air Kendal diperkirakan semakin besar seiring perkembangan kawasan industri. Karena itu, Bupati kembali mendorong agar pembangunan Bendungan Kalibodri mendapat perhatian pemerintah pusat.
Pemkab Kendal bahkan telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Bappenas. Bendungan dinilai penting untuk mendukung ketersediaan air, termasuk bagi kebutuhan industri yang terus berkembang.
“Untuk pemenuhan kebutuhan air industri kami masih sangat membutuhkan ketersediaan air. Harapannya, Bappenas mendorong kementerian terkait agar prioritas pembangunan Kalibodri segera diwujudkan,” katanya.
Dengan demikian, rehabilitasi DAS Bodri dan pembangunan infrastruktur penyediaan air dinilai menjadi dua hal yang saling berkaitan dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Kendal.
Manajer K3 Lingkungan dan Keamanan PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah Yeni B. Arianto mengatakan, penanaman 260 ribu pohon ditargetkan rampung dalam dua bulan.
Tanaman yang dipilih tidak hanya berfungsi sebagai tegakan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sengon dan jabon digunakan sebagai tanaman tegakan, sedangkan durian, nangka, dan rambutan ditanam sebagai tanaman tumpangsari.
“Dari total luasan 650 hektare, kurang lebih ada 260 ribuan pohon yang nantinya kami tanam. Kami targetkan dalam dua bulan ke depan penanaman ini selesai,” ujarnya.
PLN akan bertanggung jawab terhadap pemeliharaan tanaman selama tiga tahun hingga 2029. Setelah melalui evaluasi, kawasan tersebut akan diserahterimakan kepada Kementerian Kehutanan.
Masyarakat sekitar juga dilibatkan dalam pemeliharaan agar tingkat keberhasilan tanaman tetap terjaga sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari tanaman buah.
Kepala BPDAS Pemali Jratun Aris Setia Utomo mengatakan rehabilitasi tersebut merupakan kewajiban pemegang Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) sebagai kompensasi atas pemanfaatan kawasan hutan untuk jaringan transmisi.
“Kalau PLN menggunakan kawasan hutan sekitar 650 hektare, mereka punya kewajiban merehabilitasi kawasan hutan lain dengan luasan yang sesuai,” jelasnya.
Aris menambahkan, pemulihan vegetasi kawasan hulu sangat penting untuk menahan limpasan air, meningkatkan resapan, serta menjaga ketersediaan air saat kemarau.
Tiga Kelompok Tani Hutan (KTH) akan dilibatkan dalam pengelolaan kawasan. Masyarakat juga didorong secara bertahap mengurangi tanaman jagung dan menggantinya dengan tanaman keras.
“Kalau bisa, jagung secara bertahap kita kurangi sampai nol. Kita dorong tanaman keras agar tanah kembali subur dan tidak meningkatkan risiko banjir di wilayah bawah,” tandasnya.
Editor: Eddie Prayitno