Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hari Olahraga Nasional 2026, Warga Purworejo Diajak Gemar Bergerak
Advertisement . Scroll to see content

1.601 Pebulutangkis Muda Adu Bakat, Berburu Tiket ke PB Djarum

Kamis, 10 September 2026 | 11:19 WIB
  • author Nur Choiruddin
1.601 Pebulutangkis Muda Adu Bakat, Berburu Tiket ke PB Djarum
Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Rabu (9/9/2026). dokumen

KUDUS,iNewsPantura.id – Ribuan pebulutangkis muda datang ke Kudus dengan satu tujuan: menunjukkan kemampuan terbaik dan membuka jalan menjadi atlet binaan PB Djarum.

Sebanyak 1.601 peserta dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera hingga Papua, mengikuti Audisi Umum PB Djarum 2026 di GOR Djarum, Jati, Kudus, Rabu (9/9/2026).

Para peserta yang terdiri dari kategori U-11, KU-11 dan KU-12 putra maupun putri itu harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang berlangsung hingga Minggu (13/9). Kudus menjadi kota ketiga setelah audisi sebelumnya digelar di Pekanbaru dan Makassar.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation sekaligus Ketua PB Djarum, Yoppy Rosimin, mengatakan audisi tersebut menjadi salah satu upaya menemukan bibit-bibit potensial sejak usia dini.

Menurutnya, proses menjadi atlet berprestasi membutuhkan waktu panjang sehingga pembinaan harus dilakukan sedini mungkin.

“Regenerasi adalah kunci agar bulutangkis Indonesia tetap memiliki prestasi di masa depan. Prestasi atlet tidak didapat secara instan, tetapi melalui proses panjang,” kata Yoppy.

Jumlah peserta di Kudus yang lebih banyak dibandingkan dua kota sebelumnya membuat persaingan semakin ketat. Ketua Tim Pencari Bakat Audisi Umum PB Djarum, Sigit Budiarto, menyebut tim pencari bakat harus lebih jeli melihat potensi setiap pemain.

Pasalnya, penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pertandingan. Gerakan kaki atau footwork, teknik dasar, cara memegang raket, stroke, smash, postur hingga pola permainan turut menjadi perhatian.

Koordinator Pelatih Tunggal Putra PB Djarum, Fung Permadi, mengatakan aspek mental dan potensi perkembangan fisik juga menjadi bagian dari penilaian.

ektor putri bahkan mendapat perhatian khusus karena jumlah peserta maupun atlet putri masih lebih sedikit dibandingkan putra.

“Selain teknik dasar, kami melihat postur dan bagaimana cara bermain serta strategi mereka sejak usia dini,” ujar Fung.

Pada tahap awal, peserta menjalani screening pada Rabu dan Kamis. Mereka bertanding satu gim hingga 21 poin tanpa deuce. Pertandingan juga menggunakan sistem perpindahan lapangan ketika salah satu pemain mencapai 11 poin.

Peserta yang lolos kemudian melanjutkan perjuangan pada fase turnamen yang berlangsung Jumat hingga Minggu. Untuk mendapatkan Super Tiket, peserta putra harus mampu mencapai semifinal, sedangkan peserta putri wajib menembus final.

Namun, peluang tidak hanya terbuka bagi mereka yang melaju jauh di turnamen. Tim pencari bakat juga dapat memberikan Super Tiket kepada pemain yang dinilai memiliki potensi besar meski gagal mencapai babak semifinal atau final.

Peserta yang mendapatkan Super Tiket selanjutnya akan menjalani karantina selama empat pekan di asrama PB Djarum.

Selama masa karantina, mereka kembali menjalani penilaian, mulai dari kedisiplinan, kemampuan teknik hingga kualitas permainan. Dari proses tersebut nantinya akan ditentukan siapa saja yang berhak menjadi bagian dari pembinaan atlet PB Djarum.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut