Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Volume Sampah Kendal Capai 191 Ton, 100 Ton Akan Dikirim dan Diolah Jadi Energi di Semarang
Advertisement . Scroll to see content

Bekas TPA Darupono Kendal Terbakar, Asap Tebal Ganggu Jalur Boja-Kaliwungu

Minggu, 13 September 2026 | 22:25 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Bekas TPA Darupono Kendal Terbakar, Asap Tebal Ganggu Jalur Boja-Kaliwungu
Petugas gabungan memadamkan api yang membakar bekas lahan TPA Darupono Minggu 13 september 2026. (Foto: Eddie prayitno/iNews).

KENDAL,iNewsPantura.id – Kepulan asap tebal membubung dari kawasan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) lama di Desa Darupono, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, Minggu (13/9/2026). Kebakaran di lokasi tersebut sempat mengganggu pengguna Jalan Raya Boja-Kaliwungu.

Api dilaporkan muncul sekitar pukul 11.18 WIB. Kobaran api kemudian membesar setelah kawasan tersebut diterpa angin kencang. Sejumlah titik api baru juga bermunculan di sekitar timbunan sampah lama.

Kasi Kedaruratan BPBD Kendal Iwan Sulistiyo mengatakan, angin menjadi salah satu kendala dalam proses penanganan kebakaran. Embusan yang cukup kuat membuat api mudah merembet ke bagian lain dari kawasan eks TPA.

“Tim gabungan kemudian dikerahkan untuk mencegah api semakin meluas,” kata Iwan.

Petugas gabungan dari BPBD, Damkar, TNI, Polri, Satpol PP, DLH, PMI, puskesmas, hingga sukarelawan langsung melakukan penanganan. Sebanyak 11 unit kendaraan dikerahkan untuk mendukung pemadaman.

Selain menyasar kobaran api, petugas juga melakukan pembasahan pada sejumlah titik. Langkah ini penting dilakukan karena sumber api berada di kawasan timbunan sampah lama yang berpotensi menyimpan bara di bawah permukaan.

Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dikendalikan. Iwan menyebut kebakaran dinyatakan benar-benar padam sekitar pukul 18.10 WIB.

Tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Namun, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui.

Iwan mengatakan, kebakaran diduga berkaitan dengan kondisi timbunan sampah lama di kawasan tersebut. Proses pembusukan sampah di bawah permukaan tanah dapat menghasilkan gas metana yang mudah terbakar.

Kondisi itu semakin berisiko ketika cuaca panas dan kering berlangsung dalam beberapa hari terakhir.

“Akumulasi gas metana dari proses pembusukan sampah, ditambah kondisi cuaca yang panas dan kering dalam beberapa hari terakhir, ini sangat berpotensi memicu kebakaran,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD tidak menutup kemungkinan adanya faktor kelalaian manusia. Karena itu, penyebab kebakaran masih menjadi perhatian untuk ditelusuri lebih lanjut.

Keberadaan eks TPA di sisi Jalan Raya Boja-Kaliwungu juga membuat dampak kebakaran tidak hanya dirasakan di dalam kawasan tersebut. Asap tebal yang terbawa angin dapat mengurangi jarak pandang pengendara.

BPBD mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati selama kondisi cuaca panas dan kering. Aktivitas yang melibatkan api, termasuk membakar sampah, perlu dilakukan dengan pengawasan dan tidak dilakukan di lokasi yang rawan terbakar.

Masyarakat juga diminta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan lahan kering, hutan, maupun bekas timbunan sampah.

“Jangan pula membuang puntung rokok secara sembarangan, lebih-lebih saat berada di lokasi yang berpotensi menimbulkan kebakaran,” imbau Iwan.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut