Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jepara Art Carnival Menjadi Hiburan Sekaligus Angkat Perekonomian Masyarakat
Advertisement . Scroll to see content

Guru Dituntut Tak Sekadar Mengajar di Tengah Derasnya Teknologi Digital

Rabu, 23 September 2026 | 13:37 WIB
  • author Alip Sutarto
Guru Dituntut Tak Sekadar Mengajar di Tengah Derasnya Teknologi Digital
Kurnia Setya Putra memberi training terhadap 50 guru di Jepara. dokumen

JEPARA,iNewsPantura.id – Perkembangan teknologi digital membuat dunia pendidikan menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Ketika peserta didik dapat memperoleh informasi dan jawaban dengan cepat melalui teknologi, peran guru dituntut tidak berhenti pada penyampaian materi pelajaran.

Guru dinilai memiliki peran penting dalam membangun karakter, memberikan keteladanan, mengelola hubungan dengan peserta didik, serta membantu siswa menemukan arah dan potensi dirinya.

Hal tersebut disampaikan trainer ESQ, Kurnia Setya Putra, dalam kegiatan pelatihan yang diikuti 50 guru di Jepara, Rabu (23/9/2026).

Menurut Putra, guru perlu memiliki keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual agar mampu menghadapi perubahan karakter generasi yang tumbuh di tengah perkembangan teknologi.

“Training ini sebagai persembahan dari ISQ untuk memberikan semangat kepada para pendidik dalam mendidik anaknya membangun generasi emas berdasarkan tiga hal yaitu kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual,” kata Putra.

Ia berharap pemahaman tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi para guru, tetapi juga dapat diterapkan dalam proses pendidikan di sekolah.

“Harapan training ini menggugah para peserta didik sehingga mereka itu mendapatkan kebahagiaan secara spiritual, emosional dan intelektual dan ketika mereka mendapat itu bisa menularkan kepada anak didiknya,” lanjutnya.

Putra mengatakan, perubahan pola hidup generasi digital turut mengubah cara peserta didik memperoleh pengetahuan. Anak-anak kini dapat mengakses berbagai informasi melalui internet dan media sosial dalam waktu singkat.

Situasi tersebut membuat guru tidak cukup hanya menguasai bidang yang diajarkan. Kemampuan memahami karakter, potensi, serta kebutuhan masing-masing siswa juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Dalam pelatihan tersebut, pendekatan talentDNA turut diperkenalkan untuk membantu insan pendidikan memahami potensi dan karakter individu.

“Pertanyaannya bukan lagi hanya bagaimana guru mengajar, tetapi bagaimana guru mampu mengenali potensi setiap anak dan membantu mereka menemukan arah hidupnya,” jelas Putra.

Menurutnya, guru diharapkan dapat menjalankan peran lebih luas sebagai figur yang memberikan inspirasi dan keteladanan bagi peserta didik.

Sementara itu, pemateri lainnya, Novriza Ardhana, mengatakan pelatihan tersebut menjadi ruang refleksi bagi pendidik untuk kembali melihat makna profesi yang dijalankan.

Ia menilai tantangan pendidikan saat ini bukan hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga membangun karakter, kemampuan mengelola emosi, ketangguhan, kepedulian, serta kesadaran spiritual.

“Kita ingin mengkombinasikan antara kemampuan intelektual, spiritual dan emosionalnya, sehingga guru dalam mengajar memiliki kompetensi yang bagus untuk terus ditingkatkan, tetapi bersamaan juga memiliki mental yang kuat dalam menghadapi tekanan dan persoalan yang selama ini cukup kompleks,” kata Novriza.

Menurutnya, penguatan aspek tersebut diperlukan agar guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai pengetahuan, tetapi juga membantu membangun nilai etika dan adab peserta didik.

“Dengan seperti itu mereka tidak hanya tentang mentransfer sebuah pengetahuan, tapi juga membangun nilai-nilai etika dan adab kepada siswa-siswinya,” ujarnya.

Salah satu peserta pelatihan, Endri Susanto, mengatakan materi yang diperoleh memberikan pengalaman yang dapat menjadi bekal dalam mendampingi peserta didik.

“Trainer ISQ sangat luar biasa. Sangat bagus dalam membangun leadership diri kita dalam memberikan pelajaran kepada anak didik,” ungkap Endri.

Putra berharap semakin banyak pendidik yang mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman tanpa kehilangan peran utama sebagai pembentuk karakter.

Guru, kata dia, tidak hanya dituntut mampu mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi role model, mentor, dan inspirator bagi peserta didik di tengah perubahan lingkungan belajar akibat perkembangan teknologi digital.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut