Jalan Kaliwungu-Boja Makin Kritis, Warga Khawatir Jalur Utama Putus
KENDAL,iNewsPantura.id – Jalur utama Kaliwungu-Boja di Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan, Kabupaten Kendal, kini dalam kondisi mengkhawatirkan. Badan jalan yang amblas membuat kendaraan hanya bisa melintas melalui satu sisi, sementara warga harus memberlakukan sistem buka tutup untuk menghindari kemacetan.
Kerusakan jalan yang telah berlangsung sekitar empat bulan itu disebut terus melebar. Kondisi semakin rawan ketika kendaraan berat masih melintas di ruas tersebut.
Warga yang ikut mengatur lalu lintas, Asnawi, mengatakan pergerakan badan jalan dapat terlihat ketika dilintasi truk berukuran besar.
“Kalau ada truk besar, jalan sudah bergerak. Kalau terus dibiarkan, jalan bisa amblas semua dan tidak bisa dilewati,” kata Asnawi, Selasa 29 september 2026.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini jauh lebih parah dibandingkan ketika kerusakan pertama kali muncul. Warga pun berharap penanganan tidak menunggu sampai badan jalan benar-benar putus.
Terlebih, memasuki musim hujan, kondisi tanah di sekitar lokasi dikhawatirkan semakin labil dan memperparah amblasnya badan jalan.
“Mumpung belum masuk musim hujan. Sebaiknya segera diperbaiki,” ujarnya.
Jalur tersebut bukan sekadar akses antardesa. Ruas Kaliwungu-Boja menjadi penghubung sejumlah wilayah di Kendal menuju Boja, Ungaran hingga Kota Semarang.
Karena itu, apabila jalan sampai tidak dapat dilalui, warga Kaliwungu Selatan yang hendak menuju Boja harus menggunakan jalur alternatif melalui Kota Semarang.
Di tengah kondisi jalan yang semakin rusak, rencana perbaikan sebenarnya telah disiapkan. Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Kendal, Sudaryanto, sebelumnya menyebut anggaran perbaikan ruas Kaliwungu-Boja sudah masuk dalam APBD Perubahan.
“Perbaikan jalan sudah masuk dalam APBD Perubahan,” kata Sudaryanto.
Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal Agus Dwi Lestari membenarkan adanya alokasi anggaran tersebut. Namun, pekerjaan belum dapat segera dilaksanakan karena masih menunggu persetujuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Anggaran sudah masuk dalam APBD Perubahan, dan saat ini masih menunggu persetujuan dari gubernur,” ujar Agus.
Sembari menunggu proses tersebut, warga berharap kerusakan yang sudah membatasi arus kendaraan itu segera ditangani. Sebab, jika amblas semakin parah, persoalannya bukan lagi sekadar memperlambat perjalanan, tetapi berpotensi memutus salah satu akses penting warga dari Kaliwungu Selatan menuju Boja.
Editor: Eddie Prayitno