Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Mahasiswa Unsoed Didorong Siapkan Diri Ikuti Rekrutmen Perwira TNI
Advertisement . Scroll to see content

Omzet Bisnis Mahasiswa Tembus Rp100 Juta, KMI Expo 2026 Digelar di Purwokerto

Selasa, 29 September 2026 | 14:55 WIB
  • author Saladin Ayyubi
Omzet Bisnis Mahasiswa Tembus Rp100 Juta, KMI Expo 2026 Digelar di Purwokerto
Pembukaan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo ke-17. dokumenn

PURWOKERTO,iNewsPantura.id – Kampus kini tak lagi hanya menjadi tempat mahasiswa mengejar nilai akademik. Di Purwokerto, ide bisnis yang lahir dari bangku kuliah mulai menjelma menjadi usaha nyata dengan omzet puluhan hingga lebih dari Rp100 juta.

Geliat tersebut terlihat dalam Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo ke-17 yang digelar di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto. Ajang nasional itu mempertemukan mahasiswa dari 219 perguruan tinggi dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sabang hingga Merauke.

Plt Rektor Unsoed, Prof. Ali Rokhman, mengatakan KMI Expo menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan bahwa kreativitas dan inovasi yang dikembangkan di kampus dapat memiliki nilai ekonomi.

Menurutnya, peserta KMI Expo merupakan hasil seleksi program kewirausahaan mahasiswa yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Dari sekitar 3.000 proposal usaha yang mendapatkan pendanaan, terpilih sekitar 500 usaha untuk mengikuti rangkaian program hingga kemudian menghadirkan delegasi dari 219 perguruan tinggi.

“Yang stand-nya di sekitar sini adalah hasil dari kompetisi yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek, terutama Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan,” kata Ali.

Yang menarik, usaha yang dipamerkan bukan lagi sebatas prototipe atau konsep bisnis di atas kertas.

Sebagian mahasiswa telah menjalankan bisnisnya dan mampu menghasilkan omzet. Bahkan, ada usaha mahasiswa yang pendapatannya telah menembus lebih dari Rp100 juta.

Ali mencontohkan salah satu inovasi mahasiswa yang mengolah limbah kaca menjadi perhiasan bernilai ekonomi tinggi. Sementara mahasiswa Unsoed juga membawa sejumlah inovasi, termasuk usaha berbasis digital dan aplikasi.

“Ada yang sudah berjalan produknya, ada yang omzetnya Rp60 juta. Bahkan secara informal ada yang menyampaikan kepada saya, omzetnya sudah mencapai Rp100 juta lebih,” ujarnya.

Menurut Ali, kondisi tersebut menunjukkan kewirausahaan mahasiswa mulai bergerak dari sekadar pembelajaran teori menuju praktik bisnis secara langsung.

Mahasiswa tidak hanya dituntut menghasilkan produk, tetapi juga harus mampu membaca kebutuhan pasar, melakukan pemasaran hingga mengelola keuangan usaha.

Ali berharap pengalaman mengikuti program kewirausahaan dapat mendorong mahasiswa memiliki pilihan lain setelah lulus. Mereka tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui bisnis yang dibangun.

“Harapannya tentu anak-anak kita tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan,” katanya.

KMI Expo ke-17 juga memberikan dampak di luar lingkungan kampus. Kehadiran ribuan peserta dari berbagai daerah ikut menggerakkan aktivitas ekonomi di Purwokerto dan Banyumas.

Hotel, transportasi, kuliner hingga berbagai jasa pendukung ikut merasakan meningkatnya permintaan selama kegiatan berlangsung.

“Hotel di Purwokerto sudah penuh, full book. Transportasi juga tentu saja sangat dicari, termasuk pelaku ekonomi ikutan yang lain,” jelasnya.

Ali berharap dampak ekonomi tersebut tidak berhenti selama pelaksanaan expo. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah diharapkan turut memperkenalkan Purwokerto sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat.

Selain pameran produk dan kompetisi bisnis, KMI Expo ke-17 juga dikemas dengan parade budaya. Para delegasi dijadwalkan mengikuti kirab dari GOR Susilo Soedarman menuju lokasi expo sekitar pukul 08.00 WIB.

Masing-masing delegasi membawa identitas budaya dari daerah asalnya. Dengan demikian, KMI Expo ke-17 tidak hanya menjadi ajang adu gagasan bisnis mahasiswa. Purwokerto juga menjadi titik pertemuan inovasi, kewirausahaan, budaya, sekaligus perputaran ekonomi yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut