750 Siswa di Purworejo Dibekali Cara Hadapi Penipuan Online hingga Tawuran
PURWOREJO,iNewsPantura.id – Ancaman kejahatan digital kini menyasar siapa saja, termasuk kalangan pelajar. Modus penipuan melalui dunia maya seperti phishing, phone scamming hingga Video Call Sex (VCS) menjadi perhatian Polres Purworejo dalam membentengi generasi muda.
Pesan tersebut disampaikan Kapolres Purworejo AKBP Erma Rahayu Kusuma Ningrum saat memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada sekitar 750 siswa kelas X dan XI SMK Yayasan Pendidikan Pembangunan (YPP) Purworejo.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung GOR Aguna Yayasan Pendidikan Pembangunan itu mengusung tema “Siswa Pelopor Kamtibmas yang Responsif, Humanis, Inovatif dan Kolaboratif.”
Kapolres hadir bersama Wakapolres Purworejo, Kabag SDM, Kabagren dan Kasat Binmas. Di hadapan ratusan pelajar, Erma menyoroti berbagai modus kejahatan siber yang dapat menjerat anak muda.
Ia mengingatkan siswa agar tidak mudah percaya terhadap pesan, tautan, maupun tawaran yang datang dari orang tidak dikenal melalui media sosial maupun aplikasi komunikasi.
“Jangan mudah memberikan data pribadi kepada orang lain. Selalu cek dan ricek identitas pengirim serta kebenaran informasi yang diterima,” pesannya.
Menurutnya, kehati-hatian menjadi langkah awal untuk mencegah pelajar menjadi korban penipuan digital. Sebab, pelaku kejahatan dapat memanfaatkan data pribadi maupun kelengahan korban untuk menjalankan aksinya.
Erma juga meminta para siswa tidak diam jika mengetahui adanya kasus penipuan online di lingkungan keluarga maupun pertemanan.
Jika menjadi korban atau mengetahui orang terdekat menjadi korban, masyarakat diminta segera melapor ke Polres Purworejo atau memanfaatkan layanan darurat kepolisian melalui nomor 110.
Penyuluhan tersebut tidak hanya membahas kejahatan digital. Para siswa juga diajak menjadi bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sejak dari lingkungan sekolah.
Kapolres mengingatkan pentingnya disiplin, menjauhi narkoba, minuman keras dan rokok, serta membangun budaya anti-perundungan atau bullying.
Penggunaan media sosial secara bijak juga menjadi perhatian. Menurutnya, persoalan yang bermula dari unggahan atau komentar di media sosial dapat berkembang menjadi konflik di dunia nyata apabila tidak disikapi secara dewasa.
Karena itu, para pelajar juga diminta menghindari tawuran dan menjaga keselamatan dalam berlalu lintas.
Di tengah musim kemarau, Erma turut mengajak siswa berperan menjaga lingkungan. Mereka diminta tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang rentan terhadap kebakaran.
Kegiatan berlangsung interaktif. Salah seorang siswa SMK YPP, Wildan, bahkan berani maju menyampaikan pertanyaan mengenai cara mengantisipasi penipuan online serta langkah yang harus dilakukan apabila anggota keluarga menjadi korban.
Pertanyaan tersebut dijawab langsung oleh Kapolres dengan memberikan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk mengamankan diri dan segera mencari bantuan kepolisian.
Kepala SMK YPP Purworejo Mugi Widodo mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, pembekalan dari kepolisian penting untuk mempersiapkan siswa menghadapi berbagai tantangan di luar lingkungan sekolah.
“Kami ucapkan terima kasih dan kegiatan ini sangat berguna bagi murid-murid kami untuk mempersiapkan dan menyongsong masa depan,” ujarnya.
Editor: Eddie Prayitno