UMKM Donorojo Jepara Didorong Naik Kelas lewat Bantuan Alat Produksi
JEPARA,iNewPantura.id – Potensi budidaya bandeng di Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, mulai didorong naik kelas. Tak hanya dijual dalam bentuk ikan segar, hasil budidaya tersebut dikembangkan menjadi aneka produk olahan bernilai tambah.
Pemerintah Kecamatan Donorojo menyalurkan bantuan peralatan produksi kepada enam Kelompok Pengolah dan Pemasar Ikan (Poklahsar) untuk mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) pengolahan ikan.
Bantuan diserahkan Camat Donorojo Ahmad Widiyanto di Pendopo Kecamatan Donorojo, Rabu 30 september 2026.
Ahmad mengatakan, Donorojo memiliki potensi budidaya bandeng yang cukup besar. Namun, keterbatasan peralatan menjadi salah satu kendala pelaku usaha dalam meningkatkan produksi maupun menjaga ketersediaan produk.
“Banyak dari mereka yang tidak bisa menyetok produk karena tidak memiliki peralatan yang cukup, seperti freezer. Untuk itu kami memberikan bantuan ini,” kata Ahmad.
Setiap kelompok mendapatkan satu paket peralatan produksi. Di dalamnya terdapat penggorengan, kompor, panci presto, freezer hingga penggiling daging.
Peralatan tersebut diharapkan membuat pelaku UMKM lebih leluasa mengolah bandeng menjadi berbagai produk, mulai bandeng presto, otak-otak hingga nugget bandeng.
Menurut Ahmad, keberadaan freezer menjadi salah satu bagian penting untuk menjaga ketersediaan bahan dan produk olahan. Dengan kapasitas penyimpanan yang lebih baik, pelaku usaha diharapkan tidak lagi hanya memproduksi ketika mendapatkan pesanan.
“Harapannya kapasitas produksi meningkat dan produk bisa tersedia lebih konsisten untuk memenuhi permintaan pasar,” ujarnya.
Tak berhenti pada bantuan alat, Kecamatan Donorojo juga menyiapkan strategi promosi untuk memperkenalkan produk olahan bandeng kepada pasar yang lebih luas.
Salah satunya melalui Festival Olahan Bandeng yang dijadwalkan berlangsung pada 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan akan menampilkan ribuan olahan bandeng.
“Rencananya akan dilaksanakan tanggal 21 Oktober nanti. Terbuka untuk umum, dan kami siapkan ribuan olahan bandeng,” katanya.
Festival tersebut diharapkan menjadi ruang bagi UMKM untuk memasarkan produk sekaligus memperkenalkan beragam olahan bandeng khas Donorojo kepada masyarakat.
Salah satu penerima bantuan, Heri, menyambut baik dukungan peralatan tersebut. Ia mengatakan, selama ini keterbatasan alat membuat kelompoknya belum mampu menyediakan produk secara langsung dalam jumlah yang cukup.
“Ketika kami mendapat orderan paling tidak harus H-2. Jadi dengan adanya bantuan ini semoga setiap hari bisa ready stock,” kata Heri.
Ia berharap bantuan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga membantu kelompoknya menjaga kualitas produk sekaligus memperluas pemasaran.
Dengan dukungan alat produksi dan promosi melalui festival, pengolahan bandeng di Donorojo diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi hasil budidaya sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas
Editor: Eddie Prayitno