Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Linmas Desa Tak Lagi Cuma Jaga Keamanan, Kini Didorong Punya Usaha Produktif
Advertisement . Scroll to see content

Semarang Jadi Percontohan Kampung REDAM, Tiga Kelurahan Disiapkan Jaga Perdamaian

Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:56 WIB
  • author Dimas Yuli
Semarang Jadi Percontohan Kampung REDAM, Tiga Kelurahan Disiapkan Jaga Perdamaian
Peresmian kampung REDAM di Kota semarang. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Tiga kelurahan di Kota Semarang ditetapkan sebagai proyek percontohan Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (REDAM). Penetapan ini menjadi bagian dari gerakan membangun perdamaian dan mencegah potensi konflik sosial mulai dari tingkat paling bawah.

Ketiga kelurahan tersebut yakni Kelurahan Bandarharjo, Kuningan, dan Ngaliyan. Peluncuran Kampung REDAM dilakukan serentak di Jalan Kampung Sleko, kawasan Menara Syahbandar, Kelurahan Bandarharjo, Rabu (30/9/2026).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyambut positif penetapan tiga wilayah tersebut. Menurutnya, keberagaman masyarakat merupakan kekuatan yang harus dirawat melalui kehidupan yang rukun dan damai.

Agustina menilai perdamaian menjadi modal penting bagi Kota Semarang yang terus berkembang sebagai kota perdagangan dan jasa, dengan pariwisata sebagai salah satu sektor penggeraknya.

“Kami ingin menunjukkan kerja keras dari seluruh elemen masyarakat, semuanya menjaga. Kami berada pada sebuah kesadaran bahwa Kota Semarang sebagai kota perdagangan dan jasa yang titik beratnya ada di pariwisata. Hanya satu saja modalnya yaitu damai. Kalau tidak damai ruwet semua,” kata Agustina.

Menurut dia, kehidupan harmonis di tengah masyarakat yang beragam tidak terbentuk secara instan. Kondisi tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

Ia menyebut salah satu indikator kerukunan di Kota Semarang tercermin dari penghargaan Harmony Award yang diterima Pemkot Semarang sebagai terbaik pertama se-Indonesia untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama.

“Hasilnya hari ini saya sebagai Wali Kota Semarang panen. Toleransi sudah terjaga. Kita mendapat penghargaan dalam ajang Harmony Award, terbaik pertama se-Indonesia, untuk kategori Kinerja Pemerintah Daerah Tingkat Kota dalam mengelola kerukunan umat beragama,” ujarnya.

Menteri HAM RI Natalius Pigai mengatakan Kampung REDAM dirancang untuk meredam potensi konflik sosial sekaligus menjaga integrasi bangsa dari lingkungan paling bawah.

Program tersebut berbasis pada pemenuhan dan perlindungan hak asasi manusia. Penerapannya akan dilakukan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia dan ditargetkan berjalan secara penuh dengan landasan Peraturan Presiden.

Menurut Natalius, potensi perpecahan dapat muncul dari lingkungan terdekat, mulai dari kampung, desa, keluarga hingga hubungan antartetangga. Karena itu, pencegahan harus dimulai dari lingkungan tersebut.

“Oleh karena itulah sumber-sumber perpecahan di kampung, di desa, di rumah, di tetangga, kita rem sekarang dengan menghadirkan Kampung Redaman, Rekonsiliasi dan Perdamaian,” ungkap Natalius.

Agustina berharap status pilot project Kampung REDAM tidak berhenti pada seremoni. Nilai-nilai perdamaian, penghormatan terhadap HAM dan rasa keadilan diharapkan benar-benar diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Menurutnya, pembangunan pondasi perdamaian nasional harus dimulai dari lingkungan kelurahan sebagai bagian paling dekat dengan kehidupan warga.

“Mari kita kuatkan sinergi dari tingkat desa kelurahan untuk membangun pondasi perdamaian nasional yang kokoh. Dan kami ucapkan selamat atas penetapan Kampung Redam serentak ke Indonesia,” pungkas Agustina.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut