Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Latma Wirra Jaya 2026 Ditutup, TNI AD dan Australia Perkuat Kemampuan Tempur
Advertisement . Scroll to see content

Limbah Buah Tak Lagi Jadi Sampah, Kader PKK Dilatih Ubah Jadi Produk Bernilai Guna

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 01:24 WIB
  • author Doni Marendra
Limbah Buah Tak Lagi Jadi Sampah, Kader PKK Dilatih Ubah Jadi Produk Bernilai Guna
Peserta pelatihan pengolahan limbah buah menjadi Ferlasim dan pembuatan detergen cair ramah lingkungan. dokumen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Kulit, sisa dan limbah buah yang selama ini kerap berakhir di tempat sampah ternyata masih bisa dimanfaatkan. Sebanyak 25 kader PKK Kelurahan Kalisegoro, Kota Semarang, mendapat pelatihan mengolah limbah buah menjadi Ferlasim sekaligus membuat detergen cair ramah lingkungan.

Pelatihan tersebut digelar Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) bersama Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara melalui program Pengabdian Kerja Sama Antar Perguruan Tinggi (PKPT) 2026.

Kegiatan mengangkat tema pemberdayaan kader PKK melalui pembuatan Ferlasim berbasis limbah buah dan pengembangan produk detergen cair ramah lingkungan untuk mendukung ekonomi sirkular di Kelurahan Kalisegoro.

Ketua tim pengabdian UNWAHAS, apt. Khoirul Anwar, M.Farm., mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah rumah tangga.

Menurutnya, limbah organik seperti sisa buah sebenarnya masih memiliki potensi untuk diolah kembali sehingga tidak langsung menjadi sampah.

“Limbah buah merupakan salah satu jenis limbah organik yang masih berpotensi untuk dimanfaatkan kembali. Dalam kehidupan sehari-hari, limbah tersebut sering kali langsung dibuang sehingga belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” kata Khoirul.

Melalui pelatihan tersebut, kader PKK dikenalkan pada konsep pemanfaatan limbah sejak dari sumbernya. Limbah buah yang biasanya dibuang diarahkan untuk diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan kembali.

“Melalui program pengabdian ini, kader PKK diperkenalkan pada pendekatan pemanfaatan limbah dari sumbernya. Limbah buah tidak hanya dipandang sebagai sisa yang harus dibuang, tetapi dapat diarahkan menjadi bahan yang memiliki potensi untuk diolah menjadi produk yang bermanfaat,” ujarnya.

Tidak hanya pengolahan limbah buah, peserta juga mendapatkan materi dan praktik pembuatan detergen cair ramah lingkungan.

Produk tersebut diperkenalkan sebagai salah satu alternatif kebutuhan rumah tangga yang memperhatikan aspek lingkungan. Pengembangan detergen cair juga dinilai memiliki peluang ekonomi apabila dikelola secara berkelanjutan.

Khoirul menegaskan, kegiatan tersebut tidak sekadar memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan sampah. Peserta juga didorong memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

“Pelatihan diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pemahaman tentang pengelolaan limbah, tetapi juga membangun keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk yang memberikan manfaat,” jelasnya.

Menurut dia, pendekatan tersebut penting agar pengelolaan limbah tidak berhenti pada upaya mengurangi sampah, tetapi juga dapat mendorong pemanfaatan potensi lokal secara produktif.

“Dengan demikian, kegiatan tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pemanfaatan potensi lokal secara lebih produktif,” katanya.

Program PKPT 2026 tersebut merupakan bagian dari hibah DIPA UNWAHAS. Pelaksanaannya melibatkan dosen dan mahasiswa dari UNWAHAS serta UNISNU Jepara yang memiliki kompetensi di bidang pengembangan produk, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.

Tim UNWAHAS terdiri atas apt. Khoirul Anwar, M.Farm. sebagai ketua, Drs. apt. Ibrahim Arifin, M.Sc. sebagai anggota, serta mahasiswa Ahmad Khoirudin dan Risna Rifiyanti.

Sementara tim UNISNU Jepara terdiri atas Dr. Subadriyah, SE., M.Si., Fatchur Rohman, SE., S.Pd., M.Si., dan Moch. Aminnudin, S.T., M.M., bersama mahasiswa Mohammad Affandi dan M. Ade Ichsan Romadhan.

Kolaborasi kedua perguruan tinggi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pendampingan, pengembangan produk dan peningkatan keterampilan masyarakat menjadi bagian yang diharapkan dapat dilanjutkan.

Dengan keterampilan tersebut, kader PKK diharapkan mampu menerapkan pengolahan limbah di lingkungan masing-masing. Limbah buah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai sisa rumah tangga pun berpeluang diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Pada akhirnya, program tersebut diharapkan dapat mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa pengelolaan lingkungan dan peningkatan ekonomi dapat berjalan beriringan melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di sekitar.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut