Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 110 Tim Sepak Bola Putri U-15 dan U-18 Bersaing di Soccer League 2026/2027
Advertisement . Scroll to see content

Latma Wirra Jaya 2026 Ditutup, TNI AD dan Australia Perkuat Kemampuan Tempur

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:46 WIB
  • author Wisnu Wardhana
Latma Wirra Jaya 2026 Ditutup, TNI AD dan Australia Perkuat Kemampuan Tempur
penutupan Latma Wirra Jaya 2026. Dokummen

SEMARANG,iNewsPantura.id – Latihan Bersama (Latma) Wirra Jaya 2026 antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dan Angkatan Darat Australia resmi ditutup pada Jumat (9/10/2026). Latihan bilateral ini menjadi ajang peningkatan keterampilan tempur prajurit sekaligus memperkuat koordinasi taktis dan kerja sama pertahanan kedua negara.

Latihan tersebut melibatkan Batalyon 5/7 Royal Australian Regiment dari Brigade 1 Angkatan Darat Australia bersama sejumlah unsur TNI AD, termasuk Kostrad dan Kodam. Berbagai materi diberikan untuk meningkatkan kemampuan individu prajurit sekaligus membangun pemahaman terhadap prosedur dan taktik militer masing-masing negara.

Asisten Operasi Kepala Staf Kodam IV/Diponegoro, Kolonel Mahmud, mengatakan Latma Wirra Jaya mencerminkan kemitraan pertahanan Indonesia dan Australia yang terus terjaga.

“Ini komitmen kedua negara dalam mendukung keamanan kawasan Indo-Pasifik melalui peningkatan kemampuan dan koordinasi antarprajurit,” ujar Mahmud seusai penutupan Latma Wirra Jaya 2026, Jumat 9 oktober 2026.

Menurut Mahmud, latihan bersama tersebut telah diselenggarakan setiap tahun sejak 2013. Kegiatan yang semula berupa latihan kolektif tingkat kompi selama 10 hari itu kini berkembang menjadi program intensif selama tiga minggu.

Pengembangan format latihan juga ditandai dengan penambahan sejumlah kursus keterampilan individu yang dirancang untuk menunjang pelaksanaan tugas dan penugasan operasi pada masa mendatang.

“Pada pelaksanaan tahun ini, latihan mengalami pengembangan melalui serangkaian kursus keterampilan individu. Materi tersebut dirancang untuk membekali prajurit dengan kemampuan praktis yang dapat mendukung pelaksanaan tugas serta penugasan operasi pada masa mendatang,” katanya.

Army Attaché Australia, COL David Gandy, menjelaskan materi latihan tahun ini mencakup pertolongan pertama tempur (combat first aid), penanganan korban (casualty care), bela diri militer (military self-defence), menembak tempur (combat shooting), hingga pengoperasian drone.

Materi tersebut memberikan kesempatan kepada prajurit kedua negara untuk bertukar pengetahuan dan pengalaman, terutama dalam mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan operasi militer modern.

Gandy menegaskan, latihan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan individu, tetapi juga membangun interoperabilitas atau kemampuan kedua angkatan darat untuk bekerja bersama secara efektif.

Menurutnya, pemahaman terhadap prosedur, taktik, dan pola kerja masing-masing menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan tugas bersama.

Latihan ini juga menjadi sarana memperkuat kepercayaan, saling menghormati, dan persahabatan di antara personel militer Indonesia dan Australia.

Sementara itu, peserta dari TNI AD, Letda Inf Rangga Dwin, mengaku bangga mendapat kesempatan berlatih bersama prajurit Angkatan Darat Australia. Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan sekaligus meningkatkan sinergi dalam pengembangan teknologi dan strategi militer.

“Saya bangga bisa berlatih bersama tentara Angkatan Darat Australia. Melalui latihan ini, kami dapat membangun sinergi, khususnya dalam pengembangan teknologi dan strategi perang,” ujar Rangga.

Latma Wirra Jaya diselenggarakan secara bergantian oleh Indonesia dan Australia. Berdasarkan pola rotasi yang diterapkan, Indonesia menjadi tuan rumah pada tahun genap, sedangkan Australia pada tahun ganjil.

Konsistensi penyelenggaraan sejak 2013 menunjukkan keberlanjutan kerja sama pertahanan kedua negara. Melalui Latma Wirra Jaya 2026, kedua angkatan darat diharapkan semakin meningkatkan kesiapan personel, kemampuan bekerja bersama, serta koordinasi dalam menghadapi kebutuhan operasi pada masa mendatang.

Kerja sama tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Indonesia dan Australia mendukung keamanan serta stabilitas kawasan Indo-Pasifik melalui kemitraan pertahanan yang berkelanjutan.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut