Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pergi ke Sawah, Rumah Limasan Kayu di Patebon Terbakar Dugaan Korsleting
Advertisement . Scroll to see content

Kebakaran di Kendal Melonjak, Sudah 360 Kasus hingga Oktober 2026

Rabu, 14 Oktober 2026 | 09:05 WIB
  • author Eddhie Prayitno
Kebakaran di Kendal Melonjak, Sudah 360 Kasus hingga Oktober 2026
Latihan dan simulasi penanganan kebakaran. (Foto: Istimewa).

KENDAL,iNewPantura.id – Kasus kebakaran di Kabupaten Kendal terus bertambah. Hingga Oktober 2026, jumlah kejadian mencapai 360 kasus, melampaui total kebakaran sepanjang 2025 yang tercatat sebanyak 254 kejadian.

Kondisi ini mendorong Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpolkar) Kendal memperkuat koordinasi penanganan melalui pembentukan Tim Reaksi Cepat Pengendalian Kebakaran (TRAC DAKAR).

Tim tersebut disiapkan untuk mempercepat respons penanganan kebakaran dengan target maksimal 15 menit sejak laporan diterima. Peluncuran TRAC DAKAR digelar di aula Satpolkar Kendal, Selasa (13/10/2026), disertai simulasi kebakaran dan pelatihan penanganan keadaan darurat bagi pekerja PT Sakiteya Medical Indonesia.

Kasi Operasional dan Pengendalian Pemadam Kebakaran Kendal, Jambari mengatakan, TRAC DAKAR merupakan upaya menyatukan berbagai unsur agar penanganan kebakaran berjalan lebih cepat dan terkoordinasi.

“TRAC DAKAR adalah inovasi atau kolaborasi antara beberapa stakeholder untuk menyatukan bagaimana cara menyikapi apabila ada kejadian kebakaran di lingkungan wilayah Kabupaten Kendal dengan sigap, tanggap, dan selalu cepat dalam response time pada saat penanganan kebakaran,” ujarnya.

Kolaborasi tersebut melibatkan lima unsur, yakni PSC 119 Dinas Kesehatan, Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Linmas kecamatan, dan Relawan Pemadam Kebakaran (REDKAR).

Keterlibatan berbagai unsur itu diperlukan karena penanganan kebakaran tidak berhenti pada upaya memadamkan api. Evakuasi korban, pertolongan medis, pengamanan lokasi, serta ketersediaan pasokan air juga menjadi bagian penting dalam situasi darurat.

“Tujuan kami untuk membuat terobosan baru atau di situ yang namanya penanganan kebakaran dengan TRAC DAKAR ini agar penanganan kebakaran itu bisa cepat, tanggap, dan tepat sesuai dengan response time, yaitu maksimal 15 menit,” kata Jambari.

Kesiapan tim diuji melalui simulasi kebakaran di lingkungan PT Sakiteya Medical Indonesia. Skenario menggambarkan kebakaran di dalam gedung dengan dua orang yang terjebak dan membutuhkan pertolongan.

Petugas pemadam kebakaran melakukan evakuasi dengan dukungan PSC 119 dan PMI yang menyiapkan tandu. Kedua korban kemudian dibawa menggunakan kendaraan menuju fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Di sisi lain, petugas pengamanan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya pemadaman awal tidak berhasil sehingga penanganan dilanjutkan oleh petugas Damkar.

Linmas mengamankan lokasi sekaligus membuka akses jalan bagi armada pemadam. Petugas Damkar bersama REDKAR melakukan pemadaman, sedangkan BPBD menyiapkan truk tangki sebagai tambahan pasokan air apabila diperlukan. Dalam simulasi tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan.

Kegiatan juga menyasar peningkatan kemampuan pekerja dalam menghadapi kebakaran sebelum bantuan petugas tiba. Mereka mendapat pelatihan penggunaan APAR dan teknik pemadaman awal menggunakan karung goni yang dibasahi air.

HR Manager PT Sakiteya Medical Indonesia, Rhuni Amalia Putri, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat mitigasi risiko di lingkungan kerja.

“Paling tidak tim kami, tim internal PT Sakiteya Medical Indonesia, juga punya bekal untuk bagaimana penanganan kebakaran, bagaimana melaksanakan evakuasi yang benar dengan bekerja sama dengan instansi yang terkait,” ujarnya.

Menurut Rhuni, kesiapsiagaan harus dibangun meskipun kebakaran merupakan kejadian yang tidak diharapkan. Pekerja perlu memahami potensi bahaya sekaligus mengetahui tindakan yang harus dilakukan ketika keadaan darurat terjadi.

Ia berharap pelatihan tersebut membuat pekerja lebih sigap dalam menghadapi potensi kebakaran maupun keadaan darurat lainnya.

Selain memperkuat kesiapan petugas dan pekerja, pencegahan di lingkungan masyarakat juga perlu mendapat perhatian. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan atau membakar sampah tanpa pengawasan berisiko memicu kebakaran.

Dengan jumlah kejadian yang telah melampaui catatan sepanjang tahun sebelumnya, kehadiran TRAC DAKAR diharapkan memperkuat upaya penanganan kebakaran di Kendal.

Kecepatan respons, ketepatan koordinasi, dan kemampuan masyarakat melakukan tindakan awal menjadi faktor penting untuk menekan risiko korban jiwa maupun kerugian materi.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut