Pergi ke Sawah, Rumah Limasan Kayu di Patebon Terbakar Dugaan Korsleting
KENDAL,iNewsPantura.id – Asap tebal tiba-tiba terlihat membubung dari sebuah rumah di Desa Margosari, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kepulan asap itu pertama kali terlihat oleh sejumlah warga yang tengah berada di sawah. Jaraknya sekitar 100 meter dari rumah milik Sodikin alias Sinwan di RT 01 RW 05.
Curiga melihat asap, warga langsung bergegas menuju sumbernya. Sesampainya di lokasi, mereka dikejutkan dengan kondisi rumah yang sudah terbakar.
Warga pun berusaha melakukan pemadaman sembari meminta bantuan. Informasi kejadian kemudian dilaporkan kepada Polsek Patebon.
Kapolsek Patebon Iptu Rozikin mengatakan, petugas bersama Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendal dan PMI Kendal langsung mendatangi lokasi setelah mendapat laporan.
"Petugas kemudian bersama tim Damkar melakukan pemadaman hingga api berhasil dipadamkan," kata Rozikin.
Rumah tersebut diketahui berupa bangunan limasan dengan konstruksi kayu jati. Saat kebakaran terjadi, rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang pergi ke sawah.
Jarak sawah tempat korban berada diperkirakan sekitar 200 meter dari rumah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Ketua RW setempat, Kholil, mengatakan dugaan sementara api berasal dari korsleting listrik pada bagian meteran.
"Berdasarkan informasi awal di lokasi, api diduga berasal dari korsleting listrik pada bagian meteran," ujarnya.
Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas tidak langsung meninggalkan lokasi. Pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat bara atau titik api yang dapat kembali menyala maupun merambat ke bangunan di sekitar.
Akibat kebakaran tersebut, rumah korban mengalami kerusakan. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp80 juta.
Kaopsdal Satpolkar Kendal Jambari mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi instalasi listrik di rumah.
Menurutnya, peralatan listrik maupun jaringan yang sudah tidak layak digunakan perlu segera diperiksa untuk mencegah terjadinya korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Selain itu, warga diminta berhati-hati saat membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan.
"Segera laporkan jika terjadi kebakaran agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin. Dengan begitu, api tidak meluas dan kerugian bisa ditekan," ujarnya.
Peristiwa di Margosari tersebut kembali menjadi pengingat bahwa kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, termasuk ketika rumah ditinggalkan dalam keadaan kosong. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah kejadian serupa.
Editor : Eddie Prayitno