Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Daerah Tak Berwenang, 78 Gerai KDKMP Kendal Menunggu Keputusan Pusat
Advertisement . Scroll to see content

Tujuh Koperasi Merah Putih di Magelang Disiapkan Layani Kebutuhan Masyarakat

Jum'at, 16 Oktober 2026 | 16:16 WIB
  • author Puji Hartono
Tujuh Koperasi Merah Putih di Magelang Disiapkan Layani Kebutuhan Masyarakat
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan saat kunjungan ke KDMP di Magelang. Dokumen

MAGELANG,iNewsPantura.id – Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) didorong tidak hanya menjadi tempat belanja kebutuhan sehari-hari, tetapi juga berperan dalam menyalurkan barang bersubsidi, memasarkan hasil pertanian lokal, hingga menyediakan layanan transaksi keuangan bagi masyarakat.

Untuk memastikan kesiapan tersebut, pemerintah melakukan monitoring terhadap tujuh KDMP di Kabupaten Magelang. Peninjauan meliputi kesiapan bangunan, ketersediaan barang kebutuhan pokok, serta peluang pengembangan usaha koperasi yang terhubung dengan potensi ekonomi desa.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Konektivitas Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Prayudi Syamsuri, mengatakan monitoring dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Presiden agar koperasi dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, kami tadi mengunjungi tujuh Koperasi Desa di Kabupaten Magelang. Hari ini kita coba mengecek bagaimana kesiapan dari Koperasi Desa itu,” kata Prayudi.

Dari hasil peninjauan, bangunan tujuh koperasi yang dikunjungi disebut telah siap beroperasi. Sementara itu, pasokan sejumlah kebutuhan pokok mulai disiapkan melalui badan usaha milik negara (BUMN) yang mendapat tugas mendukung operasionalisasi KDMP.

Komoditas yang disiapkan antara lain gas LPG, beras, gula pasir, dan minyak goreng.

Prayudi menjelaskan, KDMP diharapkan menjadi bagian dari infrastruktur pemerintah untuk mendekatkan distribusi barang bersubsidi kepada masyarakat. Karena itu, barang-barang bersubsidi akan menjadi salah satu prioritas yang disediakan di gerai koperasi.

“Salah satu harapan kita bahwa Koperasi Desa Merah Putih ini menjadi infrastruktur pemerintah untuk barang-barang subsidi. Oleh karena itu, yang menjadi prioritas untuk digerai-gerai ini adalah barang-barang subsidi,” jelasnya.

Di samping komoditas bersubsidi, koperasi tetap dapat menyediakan kebutuhan pokok lainnya. Dengan begitu, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih mudah terhadap barang yang dibutuhkan tanpa harus bergantung pada pusat perdagangan yang jauh dari tempat tinggal mereka.

Namun, kesiapan bangunan dan ketersediaan barang menjadi langkah awal. Keberlanjutan usaha koperasi juga membutuhkan pasokan yang terjaga, pengelolaan profesional, serta dukungan dari berbagai pihak.

Prayudi menyebut pengembangan KDMP perlu melibatkan Agrinas, BUMN, perbankan, pengurus, dan manajer koperasi. Kerja sama tersebut diperlukan agar pengelola memiliki dukungan dalam menjalankan dan mengembangkan usaha.

“Kita bersama-sama membangun. Anggota juga sudah kita lihat semangat, siap untuk menjadi off-taker produk-produk pertanian,” ujarnya.

Selain menjual kebutuhan pokok, KDMP juga berpeluang menjadi off-taker atau pihak yang membeli hasil pertanian dari petani setempat. Peran ini dapat membuka jalur pemasaran yang lebih dekat bagi produk pertanian desa.

Melalui skema tersebut, koperasi berpotensi menghubungkan petani dengan pasar sekaligus memperluas jenis usaha yang dijalankan. Aktivitas ekonomi koperasi pun tidak hanya bertumpu pada penjualan barang dari pemasok besar, tetapi juga dapat melibatkan produk yang dihasilkan masyarakat sekitar.

Pengembangan usaha berbasis potensi lokal ini membutuhkan pengelolaan yang tepat, termasuk kepastian penyerapan hasil panen, kualitas produk, dan kesinambungan permintaan. Dengan demikian, manfaat koperasi diharapkan dapat dirasakan tidak hanya oleh konsumen, tetapi juga oleh petani dan pelaku usaha di desa.

Dukungan terhadap operasional KDMP juga mencakup layanan transaksi keuangan. Direktur Corporate Banking PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Agung Prabowo, mengatakan pihaknya siap mendukung koperasi agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan pembayaran.

Menurut Agung, koperasi dapat menjadi titik layanan bagi warga yang membutuhkan transaksi keuangan, termasuk masyarakat yang belum terbiasa menggunakan aplikasi perbankan.

“Kita juga membantu masyarakat yang mungkin tidak bisa bertransaksi melalui aplikasi. Mereka tidak perlu ke bank, cukup ke Koperasi Desa Merah Putih untuk melakukan transaksi,” kata Agung.

Layanan yang disiapkan antara lain pembayaran listrik, pajak, telekomunikasi, berbagai tagihan, serta transfer uang. Kehadiran layanan tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam menyelesaikan transaksi tanpa harus selalu mendatangi kantor bank.

Dengan berbagai fungsi yang direncanakan, KDMP diarahkan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan layanan masyarakat di tingkat desa atau kelurahan. Tantangannya adalah memastikan seluruh layanan berjalan secara berkelanjutan, dikelola dengan baik, dan benar-benar menjawab kebutuhan warga.

Hasil monitoring di Kabupaten Magelang menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan kesiapan operasional koperasi. Ke depan, keberhasilan KDMP tidak hanya ditentukan oleh berdirinya bangunan dan tersedianya barang, tetapi juga oleh kemampuannya memperluas akses kebutuhan pokok, membuka pasar bagi produk pertanian, serta menghadirkan layanan yang bermanfaat bagi masyarakat.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut