Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Hanya Donor Darah, PMI Kendal Bedah Rumah Warga di Tiga Lokasi
Advertisement . Scroll to see content

Dulu Lantai Tanah dan Atap Bocor, Kini 12 Keluarga di Pati Punya Rumah Layak

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:51 WIB
  • author Nur Choiruddin
Dulu Lantai Tanah dan Atap Bocor, Kini 12 Keluarga di Pati Punya Rumah Layak
Penyerahan bedah rumah ke warga Pati. dokumen

PATI,iNewsPantura.id – Hujan bukan lagi menjadi kekhawatiran bagi Syaiful Anam dan keluarganya. Dulu, air kerap merembes melalui atap rumahnya yang bocor. Lantai masih berupa tanah, sementara dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Bahkan, ular terkadang masuk dari belakang rumah.

Kini, kondisi itu berubah. Rumah Syaiful Anam di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, telah direnovasi menjadi hunian yang lebih layak dengan lantai keramik, dinding permanen, dan atap yang lebih baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami akan direnovasi, saya sudah sangat senang,” kata Anam.

Perubahan rumah tersebut bukan hanya membuat tempat tinggalnya lebih nyaman, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarganya, terutama anaknya yang kini bisa beristirahat dengan lebih baik.

“Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang. Rumah juga lebih layak untuk keluarga karena sudah permanen,” ujarnya.

Anam merupakan satu dari 12 keluarga di Kabupaten Pati yang menerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Melalui program tersebut, rumah warga direnovasi atau dibangun ulang dengan total bantuan mencapai Rp840 juta.

Penyerahan manfaat program dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026). Sebanyak tujuh rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, sedangkan lima rumah lainnya berada di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo. Setiap rumah menerima bantuan senilai sekitar Rp70 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan karena masih banyak rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, tidak hanya melalui RSLH, tetapi juga lewat bentuk kerja sama lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan dan renovasi rumah disesuaikan dengan jumlah penghuni serta kebutuhan masing-masing keluarga. Penataan ruang mencakup kamar tidur, dapur, hingga fasilitas sanitasi agar rumah lebih aman, nyaman, dan sehat.

Menurut Budiharto, tempat tinggal yang layak memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup dan produktivitas keluarga, terutama bagi rumah tangga yang masih memiliki anak kecil.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Warga setempat turut dilibatkan dalam proses pembangunan maupun renovasi untuk memperkuat semangat gotong royong. Seluruh kebutuhan pembangunan dalam program tersebut ditanggung melalui bantuan, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya pembangunan.

Program RSLH menjadi salah satu upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak. Sepanjang 2026, program ini menargetkan pembangunan dan renovasi 492 rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah, yakni Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Sebelum penyerahan 12 rumah di Pati, program tersebut telah menyelesaikan pembangunan dan renovasi 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, serta 10 rumah di Wonogiri.

Program RSLH sendiri telah berjalan sejak 2022. Hingga akhir 2025, sebanyak 626 rumah tercatat telah direnovasi di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Bagi keluarga penerima manfaat, rumah yang lebih layak bukan sekadar perubahan bentuk bangunan. Perbaikan itu juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Anam berharap program tersebut terus berlanjut agar keluarga lain yang membutuhkan bisa merasakan manfaat serupa. “Terima kasih. Semoga program ini terus berjalan agar semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

PATI,iNewsPantura.id – Hujan bukan lagi menjadi kekhawatiran bagi Syaiful Anam dan keluarganya. Dulu, air kerap merembes melalui atap rumahnya yang bocor. Lantai masih berupa tanah, sementara dindingnya terbuat dari anyaman bambu. Bahkan, ular terkadang masuk dari belakang rumah.

Kini, kondisi itu berubah. Rumah Syaiful Anam di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, telah direnovasi menjadi hunian yang lebih layak dengan lantai keramik, dinding permanen, dan atap yang lebih baik.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Ketika pertama kali mendapat kabar rumah kami akan direnovasi, saya sudah sangat senang,” kata Anam.

Perubahan rumah tersebut bukan hanya membuat tempat tinggalnya lebih nyaman, tetapi juga memberi ketenangan bagi keluarganya, terutama anaknya yang kini bisa beristirahat dengan lebih baik.

“Sekarang sudah nyaman, anak bisa tidur tenang. Rumah juga lebih layak untuk keluarga karena sudah permanen,” ujarnya.

Anam merupakan satu dari 12 keluarga di Kabupaten Pati yang menerima manfaat program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Melalui program tersebut, rumah warga direnovasi atau dibangun ulang dengan total bantuan mencapai Rp840 juta.

Penyerahan manfaat program dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (21/10/2026). Sebanyak tujuh rumah berada di Desa Purwosari, Kecamatan Tlogowungu, sedangkan lima rumah lainnya berada di Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo. Setiap rumah menerima bantuan senilai sekitar Rp70 juta.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra mengapresiasi dukungan dunia usaha dalam membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, perusahaan, dan masyarakat diperlukan karena masih banyak rumah warga yang membutuhkan perbaikan.

Ia berharap program serupa dapat terus diperluas, tidak hanya melalui RSLH, tetapi juga lewat bentuk kerja sama lain yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan, pembangunan dan renovasi rumah disesuaikan dengan jumlah penghuni serta kebutuhan masing-masing keluarga. Penataan ruang mencakup kamar tidur, dapur, hingga fasilitas sanitasi agar rumah lebih aman, nyaman, dan sehat.

Menurut Budiharto, tempat tinggal yang layak memiliki pengaruh terhadap kualitas hidup dan produktivitas keluarga, terutama bagi rumah tangga yang masih memiliki anak kecil.

Pelaksanaan program ini juga melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat sekitar. Warga setempat turut dilibatkan dalam proses pembangunan maupun renovasi untuk memperkuat semangat gotong royong. Seluruh kebutuhan pembangunan dalam program tersebut ditanggung melalui bantuan, sehingga penerima manfaat tidak perlu mengeluarkan biaya pembangunan.

Program RSLH menjadi salah satu upaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah memperoleh hunian yang lebih layak. Sepanjang 2026, program ini menargetkan pembangunan dan renovasi 492 rumah di sejumlah wilayah Jawa Tengah, yakni Kudus, Brebes, Wonogiri, Rembang, Pati, Kabupaten Semarang, dan Temanggung.

Sebelum penyerahan 12 rumah di Pati, program tersebut telah menyelesaikan pembangunan dan renovasi 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, serta 10 rumah di Wonogiri.

Program RSLH sendiri telah berjalan sejak 2022. Hingga akhir 2025, sebanyak 626 rumah tercatat telah direnovasi di berbagai wilayah Jawa Tengah, termasuk Kudus, Rembang, Grobogan, Demak, Blora, Pemalang, Temanggung, Banjarnegara, dan Purbalingga.

Bagi keluarga penerima manfaat, rumah yang lebih layak bukan sekadar perubahan bentuk bangunan. Perbaikan itu juga menghadirkan rasa aman dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Anam berharap program tersebut terus berlanjut agar keluarga lain yang membutuhkan bisa merasakan manfaat serupa. “Terima kasih. Semoga program ini terus berjalan agar semakin banyak keluarga yang membutuhkan bisa merasakan manfaatnya,” katanya.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut