Dugaan Penganiayaan Warnai Tahapan Pilkades di Temanggung
TEMANGGUNG,iNewsPantura.id - Dugaan penganiayaan terhadap seorang pendukung calon kepala desa (cakades) terjadi di Desa Ketitang, Kecamatan Jumo, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Selasa dini hari sekitar pukul 00.30 WIB, di tengah tahapan kampanye Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades) Kabupaten Temanggung Eko Budi Mulyanto membenarkan adanya dugaan penganiayaan terhadap pendukung salah satu cakades di desa tersebut.
“Iya benar, tapi detailnya bisa komunikasi dengan Pak Camat Jumo. Saya baru saja dari sana dampingi Komisi A, untuk pemantauan,” kata Eko saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp di Temanggung, Selasa 27 oktober 2026.
Berdasarkan informasi awal yang diperoleh, korban berinisial K, warga Desa Ketitang, diduga mengalami penganiayaan secara bersama-sama oleh sejumlah orang yang disebut-sebut merupakan pendukung cakades lainnya.
Korban dilaporkan mengalami luka pada bahu kiri dan punggung sebelah kiri. Selain itu, pintu rumah korban juga diduga mengalami kerusakan.
Setelah kejadian, korban disebut menghubungi Sugeng, warga Dusun Gondang Diwek, melalui sambungan telepon. Sugeng, yang merupakan suami Kepala Dusun Gondang Diwek, menjadi salah satu pihak yang pertama kali menerima informasi mengenai peristiwa tersebut.
Eko mengatakan penanganan dugaan penganiayaan itu masih berlangsung. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah orang masih dipanggil ke Polres Temanggung untuk keperluan penanganan kasus.
“Informasi tadi (proses penanganan) masih ada pemanggilan ke Polres,” ujarnya.
Sementara itu, Camat Jumo Sigit Aryono belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari kepolisian mengenai kronologi lengkap kejadian maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.
Dugaan penganiayaan tersebut terjadi menjelang pemungutan suara Pilkades di Kabupaten Temanggung yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (29/10). Kondusivitas selama tahapan pemilihan menjadi perhatian agar pelaksanaan pesta demokrasi di tingkat desa berjalan aman.
Editor: Eddie Prayitno