Lampu Belakang Truk Redup, Dirlantas Polda Jateng Pasang Scotlight di Tol Semarang
SEMARANG,iNewsPantura.id – Kondisi lampu belakang truk yang redup menjadi perhatian Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah saat melakukan patroli di ruas Tol Semarang dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan teguran simpatik dan pemasangan stiker reflektif atau scotlight untuk membantu meningkatkan visibilitas kendaraan.
Patroli dipimpin Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian, S.I.K., M.H. Dalam kegiatan itu, petugas mendapati sebuah truk dengan lampu belakang yang tidak berfungsi secara optimal.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terutama ketika melintas pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas.
Lampu belakang menjadi salah satu komponen penting untuk memberi tanda keberadaan kendaraan kepada pengemudi di belakangnya. Jika penerangan tidak berfungsi dengan baik, pengendara lain bisa terlambat mengenali posisi truk, sehingga meningkatkan risiko tabrakan dari belakang, terlebih di jalan tol yang memiliki arus kendaraan berkecepatan tinggi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Muhammad Aldian memberikan teguran simpatik kepada pengemudi sekaligus mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan.
Petugas kemudian memasang stiker reflektif pada bagian belakang truk agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketika pencahayaan minim.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam Operasi Patuh Candi 2026. Kepolisian tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi dan tindakan langsung untuk mengurangi potensi bahaya di jalan.
Melalui patroli lapangan, petugas berupaya menemukan kondisi kendaraan yang berisiko menimbulkan kecelakaan sekaligus mendorong pengemudi lebih peduli terhadap aspek keselamatan.
Sebab, keselamatan berkendara tidak cukup hanya dengan mematuhi batas kecepatan, tetapi juga harus didukung kendaraan yang laik jalan dan kewaspadaan selama perjalanan.
Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, Polda Jawa Tengah mengedepankan penindakan secara selektif, edukasi, serta pendekatan humanis kepada masyarakat.
Pengemudi kendaraan pribadi maupun angkutan barang diimbau memeriksa komponen penting sebelum memasuki jalan tol, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu belakang hingga kondisi ban dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Bagi kendaraan angkutan barang, pemeriksaan teknis menjadi perhatian penting mengingat dimensi dan bobot kendaraan dapat memperbesar dampak ketika terjadi kecelakaan. Pengemudi juga perlu menjaga jarak aman dan mengantisipasi perubahan kecepatan kendaraan di depannya.
Melalui Operasi Patuh Candi 2026, Ditlantas Polda Jateng mengajak pengguna jalan dan pemilik kendaraan untuk turut bertanggung jawab terhadap keselamatan.
Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan membuat perjalanan di jalan tol lebih aman.
SEMARANG,iNewsPantura.id – Kondisi lampu belakang truk yang redup menjadi perhatian Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah saat melakukan patroli di ruas Tol Semarang dalam rangka Operasi Patuh Candi 2026.
Temuan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan teguran simpatik dan pemasangan stiker reflektif atau scotlight untuk membantu meningkatkan visibilitas kendaraan.
Patroli dipimpin Dirlantas Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Aldian, S.I.K., M.H. Dalam kegiatan itu, petugas mendapati sebuah truk dengan lampu belakang yang tidak berfungsi secara optimal.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan lain, terutama ketika melintas pada malam hari atau saat jarak pandang terbatas.
Lampu belakang menjadi salah satu komponen penting untuk memberi tanda keberadaan kendaraan kepada pengemudi di belakangnya. Jika penerangan tidak berfungsi dengan baik, pengendara lain bisa terlambat mengenali posisi truk, sehingga meningkatkan risiko tabrakan dari belakang, terlebih di jalan tol yang memiliki arus kendaraan berkecepatan tinggi.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Muhammad Aldian memberikan teguran simpatik kepada pengemudi sekaligus mengingatkan pentingnya memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan.
Petugas kemudian memasang stiker reflektif pada bagian belakang truk agar kendaraan lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketika pencahayaan minim.
Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan preventif yang dikedepankan dalam Operasi Patuh Candi 2026. Kepolisian tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggaran, tetapi juga memberikan edukasi dan tindakan langsung untuk mengurangi potensi bahaya di jalan.
Melalui patroli lapangan, petugas berupaya menemukan kondisi kendaraan yang berisiko menimbulkan kecelakaan sekaligus mendorong pengemudi lebih peduli terhadap aspek keselamatan.
Sebab, keselamatan berkendara tidak cukup hanya dengan mematuhi batas kecepatan, tetapi juga harus didukung kendaraan yang laik jalan dan kewaspadaan selama perjalanan.
Operasi Patuh Candi 2026 berlangsung selama 14 hari, mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026. Dalam pelaksanaannya, Polda Jawa Tengah mengedepankan penindakan secara selektif, edukasi, serta pendekatan humanis kepada masyarakat.
Pengemudi kendaraan pribadi maupun angkutan barang diimbau memeriksa komponen penting sebelum memasuki jalan tol, mulai dari lampu utama, lampu rem, lampu belakang hingga kondisi ban dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Bagi kendaraan angkutan barang, pemeriksaan teknis menjadi perhatian penting mengingat dimensi dan bobot kendaraan dapat memperbesar dampak ketika terjadi kecelakaan. Pengemudi juga perlu menjaga jarak aman dan mengantisipasi perubahan kecepatan kendaraan di depannya.
Melalui Operasi Patuh Candi 2026, Ditlantas Polda Jateng mengajak pengguna jalan dan pemilik kendaraan untuk turut bertanggung jawab terhadap keselamatan.
Pemeriksaan kendaraan sebelum berangkat menjadi langkah sederhana yang dapat membantu mengurangi risiko kecelakaan dan membuat perjalanan di jalan tol lebih aman.
Editor: Eddie Prayitno