Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 2.721 Warga Banyumas Jalani Pemeriksaan Kesehatan Gratis
Advertisement . Scroll to see content

Rawat Kebinekaan, Korem 071/Wijayakusuma Gaungkan Semangat Persatuan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 16:27 WIB
  • author Saladin Ayyubi
Rawat Kebinekaan, Korem 071/Wijayakusuma Gaungkan Semangat Persatuan
Anggota Korem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Kabupaten Banyumas.. dokumenn

BANYUMAS,iNewsPantura.id – Persatuan menjadi pesan utama dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang digelar di Markas Korem 071/Wijayakusuma, Sokaraja, Kabupaten Banyumas, Rabu (28/10/2026).

Di tengah tantangan zaman dan derasnya arus informasi digital, semangat kebangsaan dinilai tetap menjadi fondasi penting untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Komandan Korem (Danrem) 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Sidik Wiyono, S.H., M.Tr.(Han)., bertindak sebagai inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti prajurit TNI dan pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Korem 071/Wijayakusuma.

Dalam upacara tersebut, Danrem membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Erick Thohir. Amanat itu menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang patriotik, gigih, dan memiliki empati sebagai modal untuk membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih baik.

Semangat Sumpah Pemuda yang lahir pada 28 Oktober 1928 dinilai tetap relevan meski Indonesia telah menghadapi perubahan zaman. Ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa menjadi bukti bahwa perbedaan latar belakang tidak menghalangi para pemuda untuk menyatukan cita-cita kebangsaan.

Kini, tantangan generasi muda tidak hanya berkaitan dengan persaingan global dan perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga persaudaraan di tengah perbedaan pandangan. Penyebaran informasi bohong dan ujaran kebencian di ruang digital menjadi salah satu hal yang perlu dihadapi dengan sikap kritis dan tanggung jawab.

Dalam amanat Menpora Erick Thohir, generasi muda diingatkan agar tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.

Cinta tanah air, menurut pesan tersebut, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata. Berkarya, mengembangkan kemampuan, menjaga persaudaraan, serta memberi kontribusi positif bagi masyarakat merupakan bagian dari pengamalan nilai patriotisme dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, kegigihan diperlukan agar pemuda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Kemampuan bangkit dari kegagalan dan terus belajar menjadi bekal untuk menjawab perubahan zaman.

Empati juga menjadi nilai penting dalam membangun bangsa. Kemajuan tidak semata-mata diukur dari pencapaian ekonomi, penguasaan teknologi, atau prestasi individu, tetapi juga dari kepedulian dan kemauan untuk tumbuh bersama.

Dalam amanatnya, Menpora Erick Thohir menyampaikan, “Sebab, patriotisme tanpa kepedulian akan kehilangan maknanya. Kegagalan tanpa nurani akan kehilangan arahnya. Dan kemajuan tanpa kemanusiaan bukanlah kemajuan yang sesungguhnya.”

Pesan tersebut mengingatkan bahwa pembangunan harus berjalan beriringan dengan nilai kemanusiaan, solidaritas, dan tanggung jawab sosial.

Peringatan Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bahwa persatuan bukan berarti menyeragamkan perbedaan. Sebaliknya, kebersamaan dapat terbangun ketika masyarakat saling menghormati dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.

Di era digital, generasi muda memiliki peran untuk menjaga ruang publik tetap sehat. Menyaring informasi sebelum membagikannya, berpikir kritis, serta menghargai pandangan yang berbeda menjadi bentuk nasionalisme yang dapat diterapkan dalam kehidupan modern.

Nilai persatuan juga perlu diwujudkan melalui tindakan sederhana, seperti gotong royong, toleransi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Langkah-langkah tersebut dapat memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus menjaga keberagaman agar tetap menjadi kekuatan bangsa.

Bagi prajurit TNI Angkatan Darat, momentum ini sekaligus menjadi pengingat untuk terus memegang teguh disiplin, tanggung jawab, loyalitas terhadap tugas, dan semangat kebersamaan dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Keutuhan NKRI tidak hanya ditopang oleh kekuatan pertahanan, tetapi juga oleh persaudaraan, kepercayaan, dan kerja sama seluruh komponen bangsa. Karena itu, menjaga Indonesia merupakan tanggung jawab bersama antara TNI, pemerintah, masyarakat, dan generasi muda.

Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98, semangat nasionalisme diharapkan terus tumbuh melalui peningkatan prestasi, kreativitas, integritas, dan kepedulian sosial.

Sumpah Pemuda bukan sekadar peristiwa sejarah yang diperingati setiap 28 Oktober. Ikrar tersebut menjadi pengingat bahwa Indonesia dibangun melalui keberanian untuk bersatu di tengah perbedaan. Tugas generasi penerus kini adalah merawat warisan itu melalui karya dan pengabdian nyata bagi bangsa.

Editor: Eddie Prayitno

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut